Harga Tomat Jatuh, Petani di Padukuhan Srunggo Bantul Bagikan Tomat Hasil Panennya Secara Gratis

Petani di Padukuhan Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, membagikan tomat sayur secara gratis

Harga Tomat Jatuh, Petani di Padukuhan Srunggo Bantul Bagikan Tomat Hasil Panennya Secara Gratis
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sakiman, petani di Srunggo Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul menunjukkan tomat sayur siap panen. Ia menggratiskan tomat sayur miliknya karena harganya murah, Kamis (1/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Petani di Padukuhan Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, membagikan tomat sayur yang siap panen secara gratis ketimbang menjual ke pengepul.

Pasalnya, sayur yang mengandung antioksidan tinggi itu harganya sedang 'terjun bebas'.

Satu di antaranya adalah Sakiman.

"Harganya cuma Rp700 per kilogram. Dari pada saya jual, lebih baik saya sedekahkan," kata Sakiman saat ditemui di lahan pertanian tomat miliknya, Kamis (01/8/2019).

Menurut dia, seandainya dijualpun harganya tidak seberapa. Tidak menutup modal bibit dan pupuk yang telah dikeluarkan. Sebab itu, lebih baik digratiskan untuk ibadah.

"Silakan, siapapun yang butuh, ambil saja gratis," ucap lelaki 49 tahun itu.

Sebulan yang lalu, dikatakan dia, harga tomat sayur masih cukup baik, yaitu di kisaran harga Rp7.000 perkilogram dari tingkat petani ke pengepul.

Namun belakangan, harga tersebut terus mengalami penurunan. Bahkan terjun bebas.

Ia berharap segera ada upaya dari Pemerintah untuk menstabilkan harga, supaya harga tomat kembali membaik.

Biaya pertanian dimusim kemarau menurut dia tidak murah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved