Mesin Inovasi Karya Mahasiswa UGM, Bisa Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar Motor

Menjelaskan proses mengubah sampah plastik menjadi minyak bahan bakar disebut dengan mekanisme pirolisis. Mesin tersebut dinamai AL-Production.

Mesin Inovasi Karya Mahasiswa UGM, Bisa Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar Motor
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Yanditya Affan Almada, mahasiswa D3 Teknik Mesin SV UGM menjelaskan mesin AL-Production di Balairung UGM, Rabu (31/07/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Plastik merupakan salah satu jenis bahan kimia yang sulit terurai. Meningkatnya sampah plastik pun menjadi kekhawatiran belakangan ini, meski sudah ada beberapa metode untuk menguranginya.

Jika biasanya sampah plastik didaur ulang menjadi berbagai bentuk barang, dua mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) UGM justru membuat terobosan berbeda.

"Kami mengembangkan teknologi di mana sampah plastik bisa diolah menjadi bahan bakar kendaraan bermotor," jelas Yanditya Affan Almada, mahasiswa D3 Teknik Mesin SV UGM, Rabu (31/07/2019).

Affan, panggilan akrabnya, sempat menunjukkan mesin buatannya bersama Refandy Dwi Darmawan dari Fakultas Kehutanan UGM. Cara kerjanya juga ia demonstrasikan di halaman Balairung UGM pagi ini.

Affan menjelaskan proses mengubah sampah plastik menjadi minyak bahan bakar disebut dengan mekanisme pirolisis. Mesin tersebut dinamai AL-Production.

"Prosesnya dengan memanaskan plastik tanpa oksigen dalam temperatur tertentu serta teknik destilasi," jelas Affan.

Mahasiswa semester 5 ini mengatakan ide pembuatan mesin tersebut muncul saat ia duduk di bangku SMA, persisnya tahun 2015.

Saat itu ia menelurkan karya tulis ilmiah tentang penelitian pirolisis. Karya tulis itulah yang menjadi awal ketertarikannya untuk mendalami pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar.

"Karya tulis tersebut ikut lomba dan mendapat juara harapan tingkat kabupaten, dari situ saya mulai membuat alatnya," jelas Affan.

Affan pun berharap alat buatannya ini bisa dikembangkan lebih lanjut. Apalagi saat ini ia sudah mendapatkan dukungan dana pengembangan dari program Mahasiswa Wirausaha UGM.

Alumni SMA Negeri 1 Jetis Bantul ini mengatakan alat ini sudah mulai dipasarkan dan mendapatkan peminat.

"Hingga saat ini sudah dipasarkan lebih dari 7 alat," katanya. (*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved