Yogyakarta
Harga Jual EBT Hambat Pengembangan PLTB
Pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu terhambat dengan rendahnya harga jual listrik energi terbarukan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu terhambat dengan rendahnya harga jual listrik energi terbarukan.
Untuk itu, Pemprov DIY mendorong revisi bea pokok penjualan listrik dari EBT.
"Pembangkit Listrik Tenaga Bayu sempat berhenti, gagal pengembangan di Samas. Perlu revisi pengembangan EBT ke depan revisi bea pokok penjualan, akan sangat menggairahkan, " kata Kepala Bidang ESDM - Edi Indrajaya, baru-baru ini.
• Aplikasi MECBM Untuk Energi Batu Bara Masa Depan
Menurutnya, gagalnya pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu tersebut dimungkinkan karena harga jual yang tidak kompetitif, sehingga tidak diminati investor.
Untuk itulah, Pemda DIY mendorong adanya revisi bea pokok penjualan.
"Akan menggairahkan kalau itu ada revisi bea pokok penjualan listrik dari EBT 6,7 sen per kwh yang hambatan pengembangan EBT di daerah, " ulasnya.
Edi Indrajaya menambahkan pengembangan EBT di DIY baik itu energi bayu maupun sampah sebenarnya sudah diakomodir dalam Perda DIY tentang Energi Baru Terbarukan dan Raperda Rancangan Umum Energi Daerah yang kini tengah dibahas di DPRD DIY.
• Energi Terbarukan Jadi Syarat Mendirikan Hotel Bintang 4 dan 5
Edi menyebut tidak jauh berbeda dengan PLTBayu, peluang keberhasilan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) juga sangat kecil jika bea penjualan rendah, karena DIY juga tidak masuk wilayah percepatan pengembangan PLTSa yang diatur dalam Perpres 35 tahun 2018.
Jika DIY bisa masuk dalam wilayah tersebut bea penjualan akan naik dua kali lipat menjadi 13,85 sen per kwh.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Dapil DIY - Gandung Pardiman mengatakan, pihaknya pernah melaksanakan studi banding ke Swiss terkait pengelolaan sampah menjadi listrik.
Dua investor asal Swiss bahkan telah menawarkan kerjasama pengolahan sampah menjadi listrik kepada Pemda DIY. Investor juga telah melihat langsung kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Piyungan dan menyatakan tertarik untuk mengolah sampah tersebut menjadi listrik.(TRIBUNJOGJA.COM)