Sport

Sembilan Atlet Kota Yogyakarta Gugat KONI DIY

Melalui gugatan itu, pihaknya berharap pembatalan Surat Keputusan Nomor 15 Tahun 2019 Panitia Porda DIY tentang verifikasi entry by name dan pembatala

Sembilan Atlet Kota Yogyakarta Gugat KONI DIY
Istimewa
Kuasa Hukum Sembilan Atlet, Bastari Ilyas, menyerahkan berkas gugatan kepada pihak Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Senin (29/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak sembilan atlet KONI Kota Yogyakarta yang didiskualifikasi dari Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 Oktober mendatang, resmi mengajukan gugatan kepada KONI DIY dan empat KONI kabupaten se-DIY selaku turut tergugat ke Pengadilan Negeri setempat, Senin (29/7/2019).

Kesembilan atlet tersebut yakni Bagus Tri Atmodjo, Feby Widianto, serta Okta Berti Hardianti (sepakbola), lalu Gabriel Titto Batistuta (sepatu roda), Mochammad Zamroni, Rori Adiyanto (Judo) Vito Wardana, Krisna Harimuti (renang) dan Rahma Annisa (atletik). 

Atlet Pelatnas Turut Ramaikan Kejurnas Judo Kartika Cup XII 2019 di Yogyakarta

"Jadi, gugatan ini bukan atas nama KONI Kota Yogya, tapi kesembilan atlet, yang menurut saya dizolomi ya. Kasihan, mereka ini kan ingin eksis di olahraga, tetapi tidak boleh main di Porda DIY," kata Kuasa Hukum Sembilan Atlet, Bastari Ilyas.

Melalui gugatan itu, pihaknya berharap pembatalan Surat Keputusan Nomor 15 Tahun 2019 Panitia Porda DIY tentang verifikasi entry by name dan pembatalan Peraturan KONI DIY Nomor 13 Tahun 2019, tentang mutasi atlet dalam rangka Porda DIY. 

KONI Kota Yogyakarta Komitmen Perjuangkan 9 Atletnya

Termasuk, lanjutnya, pembatalan putusan Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) DIY Nomor 01/PRMH/BAORDA/KONI-DIY/2019 Jo Nomor 04/PRMH/BAORDA/KONI-DIY/2019.

"Tergugat pokok adalah KONI DIY, lalu turut tergugat ada KONI empat kabupaten. Ya, menurut kami, hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum," tandas Bastari.

Ia pun memastikan, gugatan ini dilayangkan pihaknya dengan segala pertimbangan.

Oleh sebab itu, mewakili para atlet, dirinya berharap, KONI DIY selaku tergugat pokok, bisa merenungkan kembali keputusannya dan membuka pintu untuk mediasi.

Polemik Verifikasi Atlet Porda, KONI DIY : Jangan Ada Pemaksaan Kehendak

"Kalau diputus di pengadilan, ada yang dipermalukan, karena pasti ada kalah dan menang ya. Kami mewakili atlet, kalah tidak apa, wong berjuang kok. Tapi, kalau mereka yang kalah, mereka ini intelektualnya tinggi, coba camkan," cetusnya.

Lewat surat gugatan dengan nomor perkara 94/PDT.G/2019/PNYyk itu, pihaknya juga meminta majelis agar menunda cabor-cabor asal dari kesembilan atlet untuk ditunda pelaksanaannya, sebelum adanya putusan final dari proses pengadilan tersebut.

"Cabor dari para penggugat, yakni sepakbola, renang, atletik, judo, sepatu roda, minta supaya ditangguhkan dulu pelaksanaannya, sambil tunggu keputusan dari gugatan kami. Kalau cabor lain, jalan terus tidak masalah ya," tambah Bastari.

Sementara itu, menanggapi adanya gugatan tersebut, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto menuturkan, hendak menunggu proses lanjutan.

Ia pun menilai, hal tersebut merupakan hak semua orang, selama mengedapankan sportifitas dan kejujuran.

 "Masalah mutasi ini sejak awal sudah disepakati bersama, jadi semua harus sportif, obyektif dan jujur. Yang tidak lolos verifikasi itu kan kecil, hanya 27 dari 3.000 atlet, jadi mari jangan berkutan di masalah ini saja," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved