Travel
Sate Merah ala Sate Ratu, Nikmatnya Menarik Turis dari 77 Negara
Budi menyebut ada tiga menu unggulan yang disajikan. Pertama adalah Sate Merah, lalu Lilit Basah, terakhir adalah Ceker Tugel.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pecinta kuliner tentu sangat mengetahui sate.
Makanan yang tersaji dengan daging dalam tusukan kayu ini populer di masyarakat Indonesia.
Namun bagaimana jika ada sate yang mampu menarik perhatian hingga puluhan negara?
Poin itulah yang membuat Tribunjogja.com tertarik untuk mengunjungi Sate Ratu di Jogja Paradise Food Court, Jalan Magelang Km 6.
Pasalnya, warung ini membawa slogan "kesukaan turis mancanegara dan Indonesia."
• Resep Sate Goreng Kambing Tanpa Tusuk, Rasanya Tak Kalah Lezat
Budi Seputro, pemilik Sate Ratu membenarkan bahwa usaha yang didirikannya sejak Maret 2016 itu sudah dikunjungi turis dari berbagai belahan dunia.
"Hingga saat ini sudah dikunjungi turis dari 77 negara. Negara yang ke-77 adalah turis dari Luxemburg, Eropa," kata Budi pada Tribunjogja.com, Senin (29/07/2019).
Pria kelahiran Surabaya ini mengatakan bahwa sejak awal didirikan Sate Ratu memang menyasar pada turis asing.
Pasalnya, ia menyadari bahwa para turis tersebut ingin menjelajah makanan kaki lima di Yogyakarta, namun terkendala oleh perbedaan bahasa.
Melihat peluang tersebut, Budi pun memutuskan untuk membuka usaha sate di Jalan Solo bersama 3 orang rekannya.
Awalnya usahanya itu ia namakan Angkringan Ratu.
Sempat membuka sejumlah cabang, Budi memutuskan hanya membuka satu outlet di Jalan Magelang.
Strategi ini ia pilih agar bisa lebih fokus mengatur usaha yang dijalankan.
"Kami ingin kualitas dan rasa satenya tetap terjaga, sehingga cukup satu outlet saja," ujar Budi yang sebelumnya berkarier di bidang Event Organizer (EO) ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sate-merah-ala-sate-ratu-yang-tersaji-dengan-sepiring-nasi-dan-semangkuk-kuah-pedas-kaldu-ayam.jpg)