Live Streaming Video Makan Kelabang dan Tokek Beracun, Nasib Pria Ini Berakhir Tragis

Video siaran langsung (live streaming) Youtube, juga telah menjadi tren di Tiongkok, di mana banyak anak muda telah menjadi selebritis dan jutawan

Tayang:
Editor: Rina Eviana
The Sun, Owlcation
Live Streaming Video Makan Kelabang dan Tokek Beracun, Nasib Pria Ini Berakhir Tragis 

Live Streaming Video Makan Kelabang dan Tokek Beracun, Nasib Pria Ini Berakhir Tragis

TRIBUNJOGJA.COM - Pamor Youtube dan platform video terus meroket dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak kreator-kreator video di Youtube bermunculan dengan segudang ide dan kreatifitas mereka dalam menyajikan video bagi penonton.

Maka jadi Youtuber kini bukan hanya sekedar hobi. Soalnya siapa saja bisa jadi jutawan ketika menjadi Youtuber yang berhasil menarik hati para penontonnya.

Banyak orang biasa hingga selebriti yang kini menekuni dunia Youtube.

Selain mendapat eksistensi yang tinggi, penghasilan dari Youtube terbilang sangat lumayan.

Siapapun dan kapanpun bisa mengunggah video di channel mereka.

Video siaran langsung (live streaming) Youtube, juga telah menjadi tren di Tiongkok, di mana banyak anak muda telah menjadi selebritis dan jutawan online.

Jumlah pengguna pada platform live streaming di China mencapai 425 juta pada Juni 2018, menurut laporan Radio Nasional China.

Mereka cukup menyiarkan kehidupannya sehari-hari, termasuk membuat film sendiri bernyanyi, menari dan makan.

Tujuannya mencari sensasi untuk menggaet banyak pengikut, mulai dari membuat video dengan pergi ke tempat tinggi hingga makan makanan yang tidak lazim.

Apalagi saat ini dunia maya menjadi salah satu tempat untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Masalahnya, tidak sedikit dari netizen yang justru meninggal dunia, saat melakukan aksinya tersebut.

Bahkan, mereka kerap melakukan aksinya tersebut dalam siaran langsung.

Salah satunya dialami oleh pria ini, dimana ia nekat makan kelabang beracun yang justru membuat nyawanya melayang. Bagaimana kejadiannya?

Dikutip dari dailymail.co.uk, seorang pria di China timur telah meninggal dunia dalam sesi live streaming video. Saat itu, ia makan kelabang dan tokek beracun hidup-hidup.

Pria 35 tahun, bermarga Sun, ditemukan tanpa tanda-tanda vital di apartemennya di Hefei, provinsi Aunhui pada hari Sabtu, 20 Juli 2019.

Ia ditemukan oleh pacarnya, yang pergi untuk memeriksa keadaannya, menurut laporan China.

Pria itu, yang menjadi pembawa acara di DouYu, salah satu platform live-streaming terbesar di China, telah memfilmkan dirinya sendiri minum alkohol dalam jumlah besar dan makan kelabang, tokek dan cacing makan dua malam lalu.

Akunnya telah diikuti oleh 15.000 orang di DouYu, dan lelaki itu akan mengadakan sesi siaran langsung setiap malam, menurut Xinan Evening News.

Untuk mendapatkan lebih banyak pengikut, ia akan memutar roda yang ditandai dengan barang-barang termasuk kelabang, tokek, cacing tanah, cuka, telur, bir dan baijiu-minuman keras.(*)

Dia akan minum atau memakan benda yang terpilih di depan kamera, menurut laporan itu.

Sesi live-stream terakhir Sun adalah Kamis lalu pada pukul 19:53.

Polisi, yang dipanggil oleh pacarnya mengatakan, mereka menemukan pria itu tidak sadarkan diri di kamarnya dan tanpa tanda-tanda vital. Sementara komputernya berada dalam mode live-stream.

Mereka juga menemukan bahan makanan yang digunakan dalam sesi live-stream-nya di atas meja di kamarnya.

Baca Juga: Bukan Dikubur di Tanah, di Daerah ini Peti Mati Digantung di Tebing Agar Lebih dekat Dengan Surga!

Mereka sedang menyelidiki penyebab kematian, tambah laporan itu. Video-videonya juga telah dihapus dari DouYu.

Banyak orang seperti Sun mempertaruhkan hidup mereka hanya untuk mendapatkan lebih banyak penonton.

Lipan atau kelabang, ular, kalajengking, tokek dan kodok dijuluki sebagai ‘lima (hewan) beracun.” Peringkat pertama dalam lima jenis racun.

Ketika seseorang disengat lipan, kelenjar racunnya akan mengeluarkan sejumlah besar racun, yang dapat menyebabkan keracunan bila kelenjar racunnya meresap di bawah kulit seseorang yang tersengat.

Para ahli mengatakan, hewan tak bertulang belakang ini sangat berbahaya apabila dimakan mentah, karena racun kelabang masih sangat kuat meskipun kaki dan kepalanya telah dihilangkan.

Racunnya yang cepat menyebar di dalam tubuh akan membuat penderita mengalami gagal hati akut. (*)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved