Festival Paseban di Bantul Akan Libatkan Ratusan Pelaku Seni dan Para Pedagang Kaki Lima

Festival tahunan ini rencananya akan digelar selama dua hari, dari tanggal 26 - 27 Juli 2019.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Nugroho, Eko Setyanto (tengah pegang mic), saat jumpa pers terkait festival Paseban, Rabu (23/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul berencana menggelar kembali Festival Paseban.

Festival tahunan ini rencananya akan digelar selama dua hari, dari tanggal 26 - 27 Juli 2019.

Kegiatan ini akan digelar di di lapangan Paseban yang juga merupakan Alun-alun dari Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan gelaran selama dua hari itu akan menampilkan sekitar 250-an pelaku seni di Bantul dan melibatkan para pedagang yang biasa menjajakan dagangan di seputar lapangan Paseban.

"Di Paseban saat ini tercatat ada sekitar 180 pedagang. Mereka akan kita libatkan sehingga adanya festival ini bisa membuka perekonomian masyarakat," ujar Nugroho, Rabu (23/7/2019).

Selain membantu perekonomian masyarakat setempat, Festival Paseban menurut Nugroho bertujuan untuk meneguhkan kembali bahwa Paseban merupakan ikon dari Kabupaten Bantul.

Sejumlah pertunjukan seni dan permainan tradisional akan ditampilkan.

Dikatakan Nugroho, melalui festival tahunan ini, meskipun hanya sedikit, menjadi salah satu cara untuk mengenalkan budaya kepada masyarakat Bantul.

"Baik budaya tradisional maupun kreasi anak-anak muda, sehingga diharapkan akan tumbuh kecintaan terhadap budaya," paparnya.

Jadwal Acara

Festival Paseban memiliki tata konsep panggung terbuka dilengkapi monitor besar di bagian kanan dan kirinya.

Panggung utama dilengkapi dengan tata lampu unik menemani simfoni, kolaborasi musik gamelan dan orkestra.

Sesuai jadwal, hari pertama Jumat (26/7/2019) acara akan dimulai pada pukul 19.30 WIB.

Pembukaan rencananya akan dilakukan oleh Bupati Bantul, Suharsono.

"Pembukaan dilakukan dengan menerbangkan baling-baling. Ada sekitar 200 baling-baling yang akan diterbangkan secara bersamaan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, Rabu (24/7/2019).

Sebelum pembukaan, kegiatan diawali dengan video mapping dilanjutkan dengan Jathilan Diponegaran sebagai Jathilan khas Bantul.

Pukul 20.11 WIB ada pertunjukam dari flashmob fire dance.

Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Nanda Candra, Dhimas Tedjo dan hari pertama ditutup dengan penampilan dari Sruti Respati.

Hari kedua, Sabtu 27 Juli 2019, festival Paseban dimulai sore hari pukul 15.30 WIB.

Pada kegiatan hari kedua ini akan ada penampilan Reog dari sanggar Binomurti, Jathilan dari sanggar Puspo Warno, Karawitan anak dan lomba dolanan anak.

"Ada permainan tradisional, seperti egrang, Bakyak dan lainnya yang disana kita lombakan secara spontan. Langsung kita umumkan pemenangnya," terang Nugroho.

Sementara pada malam harinya, masih di hari kedua, akan kembali ada pertunjukan video mapping, kemudian dagelan Mataram, Om Wawes, dan ditutup dengan penampilan dari Jogja Hip Hop Foundation (JHF). (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved