Travel
Inovasi Warga Dukuh Sulap Dinding Penahan Longsor Menjadi Wisata Bukit Beton
Pemandangan indah dari ketinggian di atas tebing beton menjadi satu dari beberapa daya tarik tempat ini.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Jebolnya selokan di Padukuhan Dukuh, Desa Banjarasri yang berfungsi sebagai jalur irigasi di Kalibawang tahun 1990 sempat mengancam area persawahan di Kulon Progo.
Pemda Kulon Progo melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) kala itu bertindak cepat melakukan perbaikan.
Dilakukan relokasi dengan menggeser selokan sejauh sekitar 50 meter ke utara agar lebih aman.
Konsekuensinya, sebuah tebing setinggi hampir 50 meter dan sepanjang 700 meter dikepras untuk lokasi area selokan yang baru.
Belasan alat berat dikerahkan kala itu.
• Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual
Sebagai penyempurna konstruksi, dibuat dinding penyangga longsor (retaining wall) di sisi bukit.
Tujuannya, agar tebing tidak longsor dan merusak selokan baru yang berada di bawahnya.
Kurun waktu 20 tahun lebih tebing yang terbuat dari beton tersebut masih kokoh menahan tanah.
Fungsi aslinya sebagai penahan longsor masih tetap terjaga.
Namun perlahan, muncul ancaman dari alam ketika banyak tanaman yang kemudian tumbuh di sela dinding beton.
Di beberapa sisi, tebing menjadi rusak karena tekanan akar tanaman keras yang tumbuh.
Sejumlah pemuda kemudian peka melihat kondisi bukit beton yang lambat laun bisa rusak jika terus ditumbuhi tanaman keras.
• BPBD Kulon Progo Tambah Lagi Jumlah Destana
Kemudian muncul inisiatif untuk membersihkan sisi tebing beton dari tanaman keras.
Tak berhenti di sini, para pemuda berinovasi menata bukit beton dan menambahkan beberapa bangunan non permanen dari kayu dan bambu sebagai spot foto.
“Dulu itu saya berpikir, kok eman (sayang-red) bukit beton itu dibiarkan begitu saja. Lalu saya ajak pemuda di sekitar bukit beton diskusi dan mengutarakan niat saya untuk menata bukit beton ini supaya lebih bermanfaat. Arahnya ya ke bidang wisata khususnya spot foto. Sebenarnya ide muncul 2009 tapi baru benar-benar terealisasi 2017 lalu,” kata Nurwanto pada Tribunjogja.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inovasi-warga-dukuh-sulap-dinding-penahan-longsor-jadi-wisata-bukit-beton.jpg)