Yogyakarta

Komisi A DPRD DIY dan BPBD DIY Telah Persiapkan Berbagai Instrumen Terkait Penanggulangan Bencana

Anggota Komisi A DPRD DIY Sukarman mengatakan, BPBD DIY juga telah melakukan pelatihan untuk penanggulangan bencana sejak dibentuknya Tagana, Katana d

Komisi A DPRD DIY dan BPBD DIY Telah Persiapkan Berbagai Instrumen Terkait Penanggulangan Bencana
DOK Tribun Jogja
Anggota Komisi A DPRD DIY Sukarman saat berbincang-bincang dalam acara 'Ngobrol Parlemen' yang disiarkan langsung oleh Tribun Jogja 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi A DPRD DIY dan BPBD DIY telah mempersiapkan berbagai instrumen terkait dengan penanggulangan bencana dengan membentuk Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kelurahan Tangguh Bencana (Katana), Desa Tangguh Bencana (Destana).

Anggota Komisi A DPRD DIY Sukarman mengatakan, BPBD DIY juga telah melakukan pelatihan untuk penanggulangan bencana sejak dibentuknya Tagana, Katana dan Destana.

Pelatihan yang diberikan berupa cara menanggulangi bencana terutama pada pertolongan pertama korban.

Instrumen tersebut dipersiapkan untuk penanggulangan bencana secara dini.

Sekda DIY : Warga Tak Perlu Berlebihan Sikapi Informasi Potensi Bencana dan Tsunami

"Peran dari Komisi A DPRD DIY kami ada komunikasi secara aktif dengan BPBD DIY, kami selalu ada rapat bersama dengan materi kebencanaan," ujarnya dalam acara 'Ngobrol Parlemen' yang disiarkan langsung oleh Tribun Jogja pada Jumat (19/7/2019).

Teknis penganggaran untuk Destana, Katana, kata dia, paling tidak ada sebanyak 30 desa per tahun yang dianggarkan oleh BPBD DIY untuk menggelar pelatihan mitigasi bencana.

Selain itu, Komisi A DPRD DIY dan BPBD DIY juga telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana.

Mahasiswa Psikologi UNY Gelar Pelatihan Self-Compassion Pada Relawan Bencana

"Kalau kita petakan, bencana tanah longsor biasanya di Gunungkidul dan Kulon Progo bagian utara kan ada pegunungan menoreh, tanahnya labil, sering terjadi longsor apabila hujan deras. Merapi di wilayah Sleman utara meskipun dampaknya sampai ke bawah. Termasuk bencana kekeringan di Gunungkidul dan Kulon Progo. Kalau bencana Banjir merata," katanya.

Lanjutnya, terkait perbaikan infrastruktur yang rusak alan ditangani oleh BPBD setelah diakumulasikan dan disampaikan ke pemerintah pusat.

"Misalnya ada rumah rusak, jalan rusak, jembatan rusak semua kan sudah teridentifikasi kita sampaikan ke pemerintah pusat. Nanti pemerintah pusat yang menganggarkan," jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved