Kenali Perbedaan Rukun dan Wajib Haji

Rukun Islam ke lima yaitu menunaikan ibadah haji. Bagi yang menunaikan harus mengetahui rukun dan wajib haji.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Ilustrasi (© getty images)
Ilustrasi menunaikan ibadah haji di Mekah. Kenali perbedaan rukun dan wajib haji 

Kenali Perbedaan Rukun dan Wajib Haji

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri

TRIBUNJOGJA.COM - Rukun Islam kelima yaitu menunaikan ibadah haji. Ibadah haji hukumnya wajib bagi muslim yang mampu dan beriman.

Musim haji dimulai di bulan Dzulhijah, dimana ada beberapa kegiatan di Makkah pada suatu waktu.

Untuk mempersiapkan dalam beribadah haji, bagi yang menunaikan harus mengetahui rukun dan wajib haji. Ada perbedaan mendasar antara rukun dan wajib haji.

Dirangkum dari Kompasiana, rukun haji tidak boleh ditinggalkan dan tidak dapat diganti dengan tebusan atau dam. Berikut rukun haji yang harus dilakukan :

1. Ihram: Niat ihram dan haji, serta berpakaian ihram.

2. Wukuf di Arafah: Pada sembilan bulan Dzulhijah, jemaah haji berkumpul di padang Arafah untuk berzikir dan berdoa sampai terbenamnya matahari.

3. Tawaf: yaitu tawaf untuk Haji atau tawaf ifadah.

4. Sa'i: Berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

5. Tahallul: mencukur rambut atau menggunting rambut paling sedikit tiga helai untuk kepentingan ihram. Kemudia setelah mencukur rambut,jemaah dapat berihram dengan pakaian biasa yang berjahit.

6. Tertib: dikerjakan berurutan, mendahulukan ihram Haji. Mendahulukan wukuf daripada tawaf ifadah dan tahallul. Mendahulukan tawaf daripada Sa'i.

Rangkaian rukun ibadah haji, ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika tawaf. Dikutip dari Tribunjakarta.com, ada 15 sunah yang harus dikerjakan ketika tawaf. Yaitu :

1. Bertawaf dengan berjalan kaki.
2. Memendekkan langkah.
3. Berjalan cepat dengan berlari anak.
4. Istilam kepada Hajar Aswad saat awal tawaf sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
5. Beristilam dengan tangan kanan.
6. Mencium Hajar Aswad dan meletakkan dahi ke atasnya.
7. Beristilam di rukun Yamani.
8. Berittibak.
9. Salat sunah dua rakaat setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim.
10. Bertawaf berdekatan dengan Ka'bah (untuk memudahkan istilam).
11. Istilam menyentuh Hajar Aswad .
12. Mencium Hajar Aswad atau menyentuhnya dengan tangan.
13. Jika tidak mampu, memadai dengan isyarat atau melambai dengan tangan.
14. Lebih baik dilakukan setiap putaran jika mampu.
15. Selain sunah tawaf, adapun doa-doa yang harus dipanjatkan seorang muslim saat menjalankan kegiatan tawaf.

Jika salah satu Rukun Haji tidak dilakukan, maka ibadah haji tidak sah. Sedangkan Wajib Haji, jika tidak mengerjakan langkah-langkahnya dapat diganti dengan dam atau menyembelih hewan.

Dikutip dari Kompasiana, ada lima langkah yang dilakukan ketika Wajib Haji:

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved