Bisnis

Bangun Hunian Berimbang, REI DIY Minta Perlakuan Khusus

Pasalnya dengan harga tanah yang terus melambung, pengembang merasa belum mampu menerapkan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Bangun Hunian Berimbang, REI DIY Minta Perlakuan Khusus
glynniscoxrealtor.com
ilustrasi 

"Kita usul plafonnya sampai dengan Rp300 juta. Karena masih mungkin," sebutnya.

DPRD DIY Godok Raperda Pengembangan Perumahan dan Permukiman

Walaupun pengembang tetap bertahan dengan angka Rp140 juta, lokasi yang dipilih dan masih memungkinkan yakni di daerah Gunungkidul.

Namun, permasalahan yang menimpa tentu saja dari segi akses.

"Konkretnya ya mesti ada pembangunan infrastruktur transportasi publik, sehingga walaupun jauh tidak masalah," urainya.

Selain itu, untuk efisiensi mau tidak mau pihaknya mesti bergeser dari hunian landed ke hunian vertikal.

Itu pun kata dia, pengembang masih terkendala dari sisi aturan.

Skema pembiayaan hunian vertikal terlalu memberatkan dari sisi modal oleh pengembang.

Perwakilan Dirjen Penyediaan Rumah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Deni Dwi Susanto mengatakan, realisasi program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah hingga saat ini sudah terpenuhi sebesar 646 ribu.

Capaian itu juga masih terkendala dari sisi penyediaan lahan.

Untuk itu pihaknya kini tengah mendorong Kementerian ATR/BPN agar berkomunikasi kepada pemerintah daerah dalam ketersediaan lahan khususnya untuk hunian sederhana. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved