Kota Yogyakarta

Jembatan Retak di Jalan Pembela Tanah Air, Dinas PUPKP Kota Yogya Lakukan Assessment

Warga pun merasa khawatir, sebab terdapat lampu APILL, sehingga memungkinkan pengendara berhenti di atas jembatan.

Jembatan Retak di Jalan Pembela Tanah Air, Dinas PUPKP Kota Yogya Lakukan Assessment
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jembatan di Jalan Pembela Tanah Air daerah Jlagran, mengalami keretakan.

Warga pun merasa khawatir, sebab terdapat lampu APILL, sehingga memungkinkan pengendara berhenti di atas jembatan.

Seorang warga, Arka Yudha (25) mengatakan bahwa kontrakannya tak jauh dari jembatan tersebut.

Viral Video Mobil dan Motor Secara Tiba-tiba Menghilang di Sebuah Jembatan Bikin Heboh Netizen

Karena hampir setiap hari melintas, ia pun merasa khawatir jembatan mengalami kerusakan.

"Saya kontrak di dekat sini (jembatan) setahun kontrak sudah ada retakan. Tentu harapannya cepat diperbaiki, karena untuk lewat kendaraan besar, apalagi kalau berhenti pas lampu merah menyala,"katanya saat melintas, Minggu (14/7/2019).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan assement ulang terkait hal tersebut.

"Tahun 2018 sudah dilakukan assessment oleh fakultas teknik UGM, kondisi struktur jembatan masih bagus masih aman. Kerusakan ada di selimutnya, kami akan lakukan assessment lebih dalam,"katanya, Minggu (14/7/2019).

12 KK di Jlagran dan Juminahan Belum Bisa Kembali ke Rumah

Untuk selimut jembatan yang retak, akan dikerjakan bersama penanganan Saluran Air Hujan (SAH) Indraprasta yang sekarang baru mengerjakan disisi barat jalan Cokroaminoto.

Sementara untuk mengurangi beban jembatan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

"Terkait dengan traffic light, kami sudah koordinasi dengan Dishub untuk manajemen lalu lintas. Diharapkan dibuat satu arah dari Timur ke Barat,"lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengakui sudah ada koordinasi.

Pun nanti dalam melakukan manajemen lalu lintas, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPKP.

Ia menambhakan beban statis di tas jembatan bisa berdampak pada usia jembatan tersebut.

"Beban statis di atas jembatan memang berdampak. Kami berharap masyarakat juga menghindari parkir di atas jembatan,"tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved