Yogyakarta

Sambut Hari Lupus Sedunia, RSUP Dr Sardjito Gelar Seminar 'Hidup Sehat Bersama Lupus'

Seminar dan talkshow bertajuk 'Hidup Sehat Bersama Lupus' ini diikuti sekitar 200 odapus, pendamping odapus, pemerhati lupus, serta tenaga kesehatan.

Sambut Hari Lupus Sedunia, RSUP Dr Sardjito Gelar Seminar 'Hidup Sehat Bersama Lupus'
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
RSUP Dr Sardjito menunjukkan kepedulian terhadap lupus dengan menyelenggarakan rangkaian acara untuk menyambut hari lupus sedunia pada Sabtu (13/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan satu di antara penyakit reumatik autoimun.

Lupus memiliki tampilan klinis yang bervariasi, sehingga dikenal sebagai penyakit dengan seribu wajah.

Gejala lupus bisa ringan, namun bisa juga sangat berat hingga mengancam jiwa.

Organ yang dapat terkena lupus antara lain adalah sendi, saraf, darah, kulit, jantung, paru-paru, ginjal, dan sebagainya.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

Pengelolaan lupus melibatkan orang dengan lupus (Odapus), orang yang merawat odapus (caregiver), masyarakat, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, maupun para pengambil kebijakan.

Pada kesempatan ini, RSUP Dr Sardjito menunjukkan kepedulian terhadap lupus dengan menyelenggarakan rangkaian acara untuk menyambut Hari Lupus Sedunia pada Sabtu (13/7/2019)

Seminar dan talkshow bertajuk 'Hidup Sehat Bersama Lupus' ini diikuti sekitar 200 odapus, pendamping odapus, pemerhati lupus, serta tenaga kesehatan.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengatakan, pada kesempatan ini juga dilakukan pemeriksaan mata untuk para Odapus.

Penderita Lupus Perlu Waspadai Gangguan Mata

"Untuk mengetahui sejak dini komplikasi akibat penyakit maupun pengobatan lupus pada mata," kata dia pada Tribunjogja.com.

Sebab pengelolaan lupus memerlukan pendekatan holistik yang meliputi edukasi, program rehabilitasi, dan terapi dengan obat-obatan.

Acara ini sekaligus diadakan untuk memperkenalkan “Sardjito Lupus Center” yang rencana akan segera dibuka untuk penanganan lupus secara komprehensif ditinjau dari berbagai bidang ilmu.

Target pengelolaan LES adalah mencapai remisi yakni keadaan di mana tidak terdapat gejala lupus dan mencegah kekambuhan.

"Penatalaksanaan lupus yang sesuai diharapkan akan mewujudkan tercapainya target pengelolaan lupus, sehingga para odapus dapat tertangani dengan baik dan memiliki hidup yang lebih berkualitas," ujarnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved