Jawa

Ribuan Umat Buddha Ikuti Tipitaka Chanting di Candi Borobudur

Umat Buddha dari Sangha Theravada Indonesia dan juga berbagai daerah mendatangi Candi Borobudur, Jumat (12/7/2019).

Ribuan Umat Buddha Ikuti Tipitaka Chanting di Candi Borobudur
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Umat Buddha dari Sangha Theravada Indonesia dan berbagai daerah mendatangi Candi Borobudur, Jumat (12/7/2019). Mereka melangsungkan giat keagamaan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) Tahun 2019 bertujuan untuk merawat, mejaga dan memupuk keyakinan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Umat Buddha dari Sangha Theravada Indonesia dan juga berbagai daerah mendatangi Candi Borobudur, Jumat (12/7/2019).

Mereka melangsungkan giat keagamaan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) Tahun 2019 bertujuan untuk merawat, menjaga dan memupuk keyakinan.

"Indonesia Tipitaka Chanting ini merupakan kegiatan yang bersifat keagamaan. Hal ini dimaksudkan untuk merawat, menjaga keyakinan umat dan memupuk keyakinan umat dengan membaca kitab suci," ujar Ketua Umum/Sanghanayaka, Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Subhapanno Mahathera, Jumat (12/7/2019) saat ditemui Tribunjogja.com di sela kegiatan di Taman Lumbini, Candi Borobudur.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

Tradisi ini dikatakannya sudah ada sejak masa sang Buddha. Tradisi membaca sutta ini adalah membaca isi dari kitab suci Pitaka untuk merawat keyakinan umat dan juga pesan dan ajaran Buddha.

“Ini adalah tradisi dari sejak zaman Sang Buddha dulu yaitu membaca sutta. Membaca isi daripada kitab suci pitaka untuk mempertahankan keyakinan, untuk merawat keyakinan dan pesan ajaran dari Buddha,” ujarnya.

Acara dilangsungkan sejak, Jumat (12/7/2019) hingga Minggu (14/7/2019).

Puncak acara pada hari Minggu (14/7/2019), akan dilangsungkan kirab dari Candi Mendut menuju Kenari, Candi Borobudur.

Prosesi diawali dari Candi Mendut sekitar pukul 13.30, menuju Kenari Candi Borobudur.

Aksi Ratusan Pelajar Bersihkan Candi Borobudur di Hari Purbakala Nasional

“Puncak acara pada hari Minggu, ada kereta kencana yang dikirab," katanya.

Para umat datang dari penjuru daerah, seperti Medan, Riau, Palembang, Kalimantan, Sulawesi, Bali.

Ada juga umat dari mancaengara yakni, Malaysia.

Bikkhu-bikkhu juga datang dari Banglandesh, Thailand, Singapura, Sri Lanka dan Malaysia.

Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, yang diundang di acara, mengatakan, sebuah berkah ketika semua dapat hidup dengan baik dan benar, termasuk dengan membangun persaudaraan, kerukunan di dalam hidup.

"Bersama-sama kita mewujudkan peradapan kasih bagi masyarakat yang sejahtera, yang bermartabat, yang semakin beriman apapun agama dan kepercayaannya dengan sikap saling menghormati satu sama lain,” katanya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved