Pendidikan

Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Deteksi Dini Tsunami

Berkaitan dengan bencana tsunami yang kejadiannya cepat sekali terjadi, masyarakat memerlukan alat pendeteksi dini, agar bisa segera menyelamatkan dir

Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Deteksi Dini Tsunami
Dok Humas UNY
Sekelompok mahasiswa UNY Riza Atika, Anung Endra Raditya serta Rohsan Nur Marjianto, yang ketiganya berasal dari Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Fakultas Teknik UNY merancang Automatic Tsunami Early Warning System tersinkronisasi BMKG dan pengeras suara tempat ibadah 

Komponen tersebut diantaranya Raspberry Pi 3 Model B yang dimanfaatkan sebagai server pengolah data terkini gempa bumi.

Konstruksi Bangunan Bandara YIA Kulonprogo, Tahan Terjangan Tsunami dan Miliki Alat Deteksi Gempa

"Server juga dilengkapi dengan layar Capasitive Touch Screen sebesar 6 inch sebagai media bantu memantau kondisi server bekerja. Modul GSM sebagai media pengirim data hasil pengolahan kelokasi dimana sistem alarm di tempatkan. Arduino Uno digunakan untuk mengolah kembali data yang dikirimkan server untuk dijadikan parameter menyalakan alarm," ungkapnya.

Sedangkan untuk menampilkan peringatan tsunami digunakan Modul Dot Matrix sebagai peringatan melalui media visual dan Speaker Alarm sebagai peringatan melalui media audio.

Sementara untuk media catu daya digunakan power supply 12V 5A sebagai sumber utama dan modul step-down DC-DC sebagai pembagi tegangan kekomponen-komponen elektronik lainnya.

Rohsan menyampaikan, untuk pengolahan data yang diperoleh dari BMKG dilakukan dengan metode HTTP Request ke server BMKG secara berkala yang akan direspon oleh server BMKG dengan mengirimkan data format XML yang berisi data gempa terkini.

Data yang diterima tersebut kemudian diolah dengan mencocokan data lokasi gempa dengan lokasi dimana alat pengendali system peringatan berada, bila data tepat maka akan dikirimkan pesan peringatan dan data informasi gempa kelokasi paska gempa melalui media Short Message Service (SMS).

Tsunami Drill Ingatkan Kembali Masyarakat Kesiapsiagaan Bencana Tsunami

"Setelah data diterima oleh alat pengendali system peringatan, data tersebut akan dicek kembali kebenarannya dan bila lolos maka akan langsung mengaktifkan alarm pada pengeras suara tempat ibadah serta ditampilkan juga secara visual informasi gempa melalui layar dot matriks," terangnya

Dia menambahkan jika alat ini akan selalu memperbaharui data kejadian gempa secara berkala setiap 5 menit sekali sehingga diharapkan dapat memberikan peringatan bahaya tsunami sedini mungkin untuk minimimalisir korban bencana.

"Informasi gempa yang diliris BMKG selalu diperbaharui kurang dari 10 menit, data tersebut dianggap cukup realtime dalam memantau kejadian gempa di seluruh Indonesia," katanya.

Sebelumnya, karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Cipta tahun 2019. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved