Kota Yogyakarta

Integrasi JSS Mudahkan Masyarakat Memperoleh Pelayanan

Ia menampik bahwa keberadaan JSS di tengah-tengah Job Fair 2019 ini merupakan upaya untuk mendongkrak jumlah pengunduh JSS.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Trihastana. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Trihastana menjelaskan bahwa Jogja Smart Service (JSS) yang memberikan layanan pendaftaran online bagi peserta Job Fair 2019, merupakan sarana untuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Ia menampik bahwa keberadaan JSS di tengah-tengah Job Fair 2019 ini merupakan upaya untuk mendongkrak jumlah pengunduh JSS.

Saat ini, jumpah pengunduh JSS tercatat di kisaran angka 17.000 dari target sebanyak 25.000 pengunduh.

Pemkot Yogya Integrasikan Job Fair dengan JSS

"Bukan dengan alasan agar warga yang mengunduh banyak. Melalui JSS di luar kepentingan Job Fair, juga bisa menyampaikan informasi, salah satunya kesempatan kerja. Tidak berhenti di agenda Job Fair tapi agenda lain yang butuh pendaftaran dan verifikasi kami akan tawarkan bantuan ini (ke OPD)," ujarnya, seusai menghadiri Job Fair 2019 di LPP Kota Yogyakarta, Rabu (10/7/2019).

Keberadaan JSS, lanjutnya, merupakan salah satu aplikasi dari Yogyakarta Smart City.

Tri menjelaskan bahwa konteks smart city bukan terkait berapa banyak aplikasi yang dimiliki melainkan seberapa jauh aplikasi tersebut dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat.

"Lau bisa membuat semua hal jadi sederhana sehingga semuanya jadi lebih mudah," bebernya.

Parkir Tidak Sesuai Perda Bisa Diadukan via JSS

Ke depan, Tri menjelaskan pengembangan JSS akan berhubungan dengan ketenagakerjaan serta kependudukan. Mulai dari mengurus surat pengantar RT/RW secara online hingga mendaftar ke Puskesmas secara online.

"Jadi nanti masyarakat yang sakit tidak perlu antre di Puskesmas. Pendaftaran secara online, sembari menunggu giliran, dia bisa menunggu di rumah. Ini juga memperkecil potensi orang yang awalnya sakit panas, tapi karena harus menunggu di tempat yang juga banyak sakit bermacam-macam, jadi semakin sakit," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved