Yogyakarta

Ikut Pesta Rakyat, Ngadimin Ingin Dekat dengan Polisi

Ada beberapa permainan yang sudah disiapkan oleh Polresta Yogyakarta, seperti balap karung, panjat pinang, tarik tambang, menangkap belut, dan juga ke

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
PESTA RAKYAT HUT BHAYANGKARA. Peserta lomba panjat pinang berusaha mencapai puncak untuk mendapatkan hadiah saat digelar acara Pesta Rakyat Bhayangkara ke-73 di Alun_Alun Selatan, Kota Yogyakarta, Rabu (10/7/2019). Sejumlah perlombaan seperti panjat pinang, tarik tambang, balap karung digelar dalam acara yang diadakan oleh Polresta Yogyakarta dalam memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga Kota Yogyakarta memadati Alun-alun Kidul Yogyakarta, Rabu (10/7/3019) sore.

Bukan untuk naik mobil hias, namun untuk memeriahkan HUT Bhayangkara ke 73.

Meski terik matahari masih menyengat, warga tetap antusias.

Mereka bahkan tidak menghiraukan debu yang beterbangan.

Warga Kota Yogyakarta larut dalam tawa saat berpartisipasi dalam Pesta rakyat tersebut.

Ada beberapa permainan yang sudah disiapkan oleh Polresta Yogyakarta, seperti balap karung, panjat pinang, tarik tambang, menangkap belut, dan juga kelereng.

Kisah Yeni, Penerjun Payung Perempuan dari Ketinggian 7.000 Kaki di Peringatan HUT ke-73 Bhayangkara

Ngadimin dan 6 temannya merupakan tim dari Kecamatan Mergangsan yang berpartisipasi dalam panjat pinang.

Meski harus bergumul dengan oli, Ngadimin dan temannya tidak peduli.

Oli yang dioleskan pada pohon pinang membuat pria 42 tahun itu sedikit kesulitan.

Meski demikian, ia tetap gigih.

Benar saja, berkat kekompakan Ngadimin bisa sampai ke puncak dalam waktu satu menit saja.

Bahkan tak sampai 10 menit timnya bisa menyabet habis seluruh hadiah.

"Memang dulu suka ikut panjat pinang. Ya olinya licin, tetapi harus bisa mengunci biar tidak geser-geser. Tadi di kasih waktu lima menit untuk ke atas,tapi satu menit saja sudah sampai atas," katanya saat beristirahat usai memanjat.

Polda Jateng Peringati HUT Bhayangkara dengan Berbagi Kepada Masyarakat di Magelang

Masih membersihkan badan, ia mengaku senang mengikuti acara pesta rakyat tersebut. Menurutnya polisi harus lebih menjalin kedekatan dengan masyarakat. Dengan kegiatan ini pula, ia juga bisa merasa dekat dengan polisi.

"Harus diadakan lagi acara seperti ini. Supaya kedekatan masyarakat dan polisi bisa terjalin," ujarnya.

Tidak hanya diikuti orang dewasa, pesta rakyat juga diikuti oleh anak-anak, Wisnu Jaka Saputra (11) misalnya.

Wisnu dan 9 temannya mengikuti lomba tangkap belut. Kesulitan tentu saja ia rasakan, meski demikian ia senang.

"Ikut lomba tangkap belut,tadi dapat dua. Ada yang jatuh, tetapi tidak bisa diambil. Susah soalnya licin,jadi harus pake dua tangan dan dipegang kencang sekali," tutur warga Danurejan tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini menjelaskan tujuan pesta rakyat adalah untuk menjalin kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa merasakan kehadiran polisi secara langsung.

Ia pun berharap kegiatan ini bisa membuat warga Kota Yogyakarta merasa senang.

"Pesta rakyat ini memang untuk rakyat, warga semua yang akan berpartisipasi. Harapannya semua warga senang dengan kegiatan ini. Kami ingin agar masyarakat bisa langsung merasakan kehadiran Polri, sehingga hubungan polri dan masyarakat juga semakin dekat. Semoga masyarakat menikmati," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved