Tanaman Padi Kering dan Gagal Panen, Petani di Sukorame Bantul Merugi
Lahan pertanian padi di Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul dilanda kekeringan parah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lahan pertanian padi di Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul dilanda kekeringan parah.
Akibatnya tanaman padi berwarna kecoklatan dan dipastikan gagal panen.
Petani pun mengalami kerugian.
Satu di antaranya adalah Ponimin, 55 tahun, warga Sukorame, Bantul.
Akibat musim kemarau, satu petak lahan pertanian padi miliknya gagal panen. Ia mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
"Kalau dihitung-hitung. Dari mulai bibit, obat, biaya tanam hingga tenaga. Kerugian sekitar Rp2,5 juta," katanya, ditemui di area persawahan Sukorame, Senin (8/7/2019).
Pada musim kemarau tahun ini, Ponimin mengaku menanam padi di tiga petak sawah berukuran sekitar 300 meter persegi.
Dua petak sawah tanaman padi berhasil panen. Meskipun dengan hasil tidak maksimal.
Sementara, satu petak lainnya terkendala oleh pasokan air. Akibatnya lahan kering dan tanaman padi gagal panen.
"Disini banyak yang gagal panen. Karena persawahan Sukorame ini kebanyakan tadahan (mengandalkan air hujan)," kata dia.
Apalagi, kata Ponimin, musim kemarau diperparah dengan serangan hama trotol. Daun tanaman padi ngelaras (menjadi keras dan berwarna kecoklatan).
Bukan tanpa usaha. Ia mengaku sudah melakukan pelbagai cara untuk menyelamatkan tanaman padi miliknya.
Seperti menyemprotkan pestisida dan menaburkan serbuk batuan kapur (gamping).
Namun hasilnya tetap sama. Tanaman padi miliknya berdaun keras kecoklatan. Akhirnya gagal panen.
Kejadian tanaman padi gagal panen akibat kekurangan air dimusim kemarau di Sukorame, menurut dia, sudah biasa. Menjadi bencana tahunan.
Masyarakat sudah pasrah, terbiasa dengan bencana kekeringan yang menimpa lahan pertanian.
Sebab itu, supaya tanaman padi yang gagal panen tidak terbuang sia-sia para petani kemudian memilih untuk memotong tanaman mereka lebih awal.
"Di-ret (dibabat) untuk pakan sapi," kata dia . (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ponimin-sokarame.jpg)