Gunungkidul
Dinsos Gunungkidul Masih Kesulitan Tangani ODGJ
Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi pekerjaan rumah kabupaten Gunungkidul.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi pekerjaan rumah kabupaten Gunungkidul.
Untuk menuntaskan permasalahan tersebut Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul masih mengalami berbagai kendala.
Seksi Bina Rehabilitasii Sosial, Dinsos Gunungkidul, Winarto mengatakan beberapa kendala seperti proses evakuasi penderita ke rumah sakit masih harus antre, dukungan aktif dari pihak keluarga masih dinilai minim.
• Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kulon Progo Cukup Tinggi
"Selain itu ODGJ masih dianggap sebagai aib keluarga masih melekat, sedangkan kesembuhan pasien membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak," katanya, Senin (8/7/2019).
Menurutnya penyembuhan ODGJ harus dengan cara berkelanjutan, setelah pasien mendapatkan penanganan dari dokter tetap harus mendapatkan perawatan pasca ditangani oleh dokter.
"Penyembuhannya memang memakan waktu. Sebenarnya masalah ekonomi bukan menjadi satu-satunya latar belakang, dari keluarga ekonomi mampu pun ada. Tetapi mereka yang dalam kategori tidak mampu tidak mampu membeli obat sedangkan ODGJ dari kalangan mampu memilih sembunyi karena status sosial," jelasnya.
• Staf Keswamas RSJ Ghrasia: ODGJ Perlu Diterima, Bukan Dikucilkan
“Jadi, sulit rasanya untuk memastikan sudah tidak ada lagi kasus ODG dipasung di Gunungkidul. Dikunci dalam kamar, diikat dengan rantai itu juga masuk kategori pasung,” bebernya.
Ia menjelaskan Pasca enanganan membutuhkan ketelatenan terutama pada saat minum obat.
Lingkungan sekitar pasien juga memiliki andil besar dalam membantu proses penyembuhan.
“Contoh kasus ODGJ di wilayah Kecamatan Nglipar. Tanda-tanda kesembuhan nyata karena yang bersangkutan sudah mulai bersosialisasi. Kesehariannya diisi dengan menjahit, dan hal semacam ini perkembangan yang bagus," katanya.
• Tahun 2018, Pemda DIY Target Bebaskan 16 ODGJ dari Pemasungan
Winarto mengatakan, pihaknya pada tahun ini ditarget oleh Dinsos DIY mengevakuasi 4 penderita ODGJ. Berdasarkan data terbaru sebanyak 21 ODGJ tersebar di Gunungkidul.
"Tersebar di Kecamatan Panggang, Playen, Nglipar, Saptosari, Rongkop, Karangmojo, Patuk dan Kecamatan Wonosari," imbuhnya.
Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang selanjutnya disingkat atau TKSK Kecamatan Saptosari Sadilem mengaku sedang memonitir empat kasus ODGJ dalam pasungan.
Data angka itu bisa saja tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Saat ini masih ada keluarga yang menyembunyikan kasus pasung. Penanganan pasca pengobatan menjadi kendala tersendiri. Jika datang dari keluarga kurang mampu harus ada surat rekomendasi dari pihak terkait. Nanti obat diberi gratis,” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)