Dilanda Kekeringan, Petani di Sokarame Bantul Pilih Babat Tanaman Padi untuk Pakan Sapi

Petani pun akhirnya memilih membabat tanaman padi yang gagal panen akibat kekeringan, untuk pakan ternak.

Dilanda Kekeringan, Petani di Sokarame Bantul Pilih Babat Tanaman Padi untuk Pakan Sapi
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ponimin, petani di Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul membabat tanaman padi yang kering dan gagal panen untuk pakan sapi. 

Ponimin sendiri mengaku musim kemarau tahun ini menanam padi di tiga petak sawah. Berukuran sekitar 300 meter persegi.

Akibat musim kemarau, lahannya mengalami kekeringan, dan diperparah dengan serangan hama trotol.

Satu petak lahan padi milik Ponimin gagal panen.

Sementara dua petak lainnya, masih bisa panen namun dengan hasil yang jauh dari kata menguntungkan.

"Saya pasrah saja. Sawah kering. Tidak ada air. Tanaman padi banyak yang mati. Apalagi terkena serangan hama trotol. Tanaman padi ngelaras (mati dan bardaun coklat) tidak bisa dipertahankan," ujar lelaki berusia 55 tahun itu.

Sebenarnya, bukan Ponimin tidak mau berusaha untuk menyelamatkan padi yang terkena serangan hama trotol.

Pelbagai upaya telah dicoba seperti disemprot dengan pestisida, ditabur batuan kapur (gamping).

Namun tanaman padi miliknya tetap tidak bisa diselamatkan hingga akhirnya gagal panen.

"Dibabat untuk pakan ternak. Apalagi kan kemarau rumput juga susah," kata dia.

Terpisah, Camat Dlingo, Deni Ngajis Hartono, mengatakan akibat musim kemarau di wilayah kecamatan Dlingo, ada sekitar 84 hektar lahan pertanian dipastikan gagal panen.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved