Otomotif

Spion Mobil Handmade Ala Ari Mawan

Di Yogyakarta, Ari Mawan adalah salah satu yang menangkap peluang bisnis dari adanya kebutuhan spion mobil.

Tayang:
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Yudha Kristiawan
Spion klasik beragam seri mobil karya Ari Mawan, salah satu perajin spion di Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Industri modifikasi mobil klasik memberi peluang bagi mereka yang kreatif.

Kebutuhan sparepart mobil mobil keluaran mulai tahun 60 hingga 90 an akhir ini di Indonesia bisa dibilang cukup tinggi.

Lantaran banyak komunitas penggemar mobil klasik yang mencari sparepart untuk mobil kesayangan mereka.

Mulai dari onderdil mesin, bagian bodi hingga aksesori seperti knalpot, spion bahkan emblem.

Di Yogyakarta, Ari Mawan adalah salah satu yang menangkap peluang bisnis dari adanya kebutuhan sparepart atau aksesori ini.

Sejak awal tahun 2000 Ari sudah menjadi perajin spion mobil. Berawal dari pengalaman pribadinya yang merasakan kesulitan saat mencari spion untuk mobil klasik klangenannya, ia mencoba membuat sendiri spion tersebut.

Alhasil setelah melakukan beberapa kali percobaan, spion untuk mobil klasik nya pun jadi.

Daftar Harga Mobil Baru Murah Kisaran Rp100 Jutaan, Toyota, Suzuki, Honda, Daihatsu dan Datsun

Rupanya rekan sesama penggemar mobil klasik tertarik dengan spion buatan Ari.

Mulailah Ari memproduksi spion sesuai pesanan.

"Lama kelamaan banyak yang pesan. Saya terus perbaiki cetakan dan finishing sehingga spion produksi saya memiliki kualitas yang bagus. Mulai dari cor alumunium, penghalusan, hingga pasang kaca saya terus tingkatkan kualitasnya," kata Ari.

Untuk saat ini, Ari hanya sanggup mengerjakan pesanan spion dengan menyertakan contoh spion aslinya.

Sementara ini Ari memproduksi spion spion tersebut dengan acuan spion asli secara fisik, bukan hanya gambar semata.

Mulai dari berbagai seri spion mobil Datsun, Toyota, Mitshubishi, Volkswagen, Honda, Holden, hingga Mercy.

Menurut Ari, kebutuhan spion di pasar mobil klasik hingga saat ini memang cukup tinggi. Sebulan Ari bisa memproduksi ratusan spion untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Yamaha X-ride Hadir Sensasional dengan Warna Baru

"Asal ada bawa spion asli pabrikan mobilnya, saya usahakan bisa bikin sesuai contoh yang dibawa. Kalau hanya gambar saya belum bisa karena butuh buat acuan cetaknya," kata Ari.

Lanjut Ari, beberapa penggemar mobil klasik yang memiliki budget lebih, bisa memilih membeli spion asli pabrikan mobil tersebut.

Namun bagi yang ingin hemat dan mobilnya tampil asik, bisa membeli spion handmade ini karena harganya cukup terjangkau.

Untuk sepasang spion dengan bahan aluminium dibanderol mulai Rp 700 ribu an tergantung kesulitan pembuatan spion dan seri mobilnya.

Selain spion manual, Ari juga memproduksi spion elektrik. Spion ini dibanderol mulai dari Rp 1 jutaan sepasang.

Merawat Spion Secara Berkala

Setiap bagian mobil klasik membutuhkan perawatan yang lebih intensif dibandingkan mobil kekinian. Tak terkecuali aksesori seperti spion. Spion diciptakan sebagai sarana melihat keadaan belakang kendaraan saat berkendara.

Beberapa langkah yang bisa dicoba untuk menjaga kinerja spion agar tetap maksimal adalah dengan melakukan perawatan secara berkala.

Luangkan waktu setiap hari untuk membersihkan kotoran yang menempel di spion.

"Air hujan , debu , hingga lumpur adalah beberapa contoh yang harus segera dibersihkan dari spion. Bercak debu kalau dibiarkan mengering bakal lebih susah dibersihkan dari kaca spion," kata Ari.

Mitsubishi Yogya Buka Inden New Triton

Lanjut Ari, bercak debu tersebut bisa membuat kaca spion berjamur.

Jamur akan mudah tumbuh saat sering menempatkan mobil di bawah terik matahari langsung. Kotoran di spion bakal menempel dan teroksidasi hingga akhirnya berubah menjadi jamur.

Selain itu, baik spion manual maupun elektrik idealnya digerakkan secara rutin untuk menghindari spion susah digerakkan.

Selanjutnya, melipat spion, terutama saat parkir membantu menghindari kemungkinan spion terkena benda benda yang bisa membuat spion rusak. (Tribunjogja I Yudha Kristiawan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved