Pendidikan

Mahasiswa UGM Kembangkan Lapisan Pengawet Buah Berbasis Mikroalga

Edible coating dapat meningkatkan umur simpan buah dibandingkan buah strawberry tanpa edible coating yang hanya dapat bertahan hingga dua hari.

Mahasiswa UGM Kembangkan Lapisan Pengawet Buah Berbasis Mikroalga
istimewa
Tiga mahasiswa UGM berinovasi untuk mengembangkan Lapisan Pengawet Buah atau edible coating dari bahan mikroalga, yaitu Scenedesmus sp. dan Chlorella sp. yang selama ini kurang dimanfaatkan. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Buah mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.

Namun, beberapa buah mudah busuk sehingga menyebabkan terbatasnya jumlah dan variasi nutrisi yang didapatkan dari buah.

Selama ini, hal ini diatasi dengan coating (pelapis)  konvensional yang terbuat dari lilin.

Tetapi, lilin berbahaya bagi tubuh bila terus menerus dikonsumsi.

TVS Ntorq 125 Siap Mengaspal di Yogyakarta, Ini Fitur Uniknya

Tiga mahasiswa UGM yaitu Renata Adaranyssa Egistha Putri, Ni Made Sri Winasti dan Muhammad Toha Tulus Dharmawan berinovasi untuk mengembangkan Lapisan Pengawet Buah atau edible coating dari bahan mikroalga, yaitu Scenedesmus sp dan Chlorella sp yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Pada penelitian ini diujikan lapisan pengawet pada buah Strawberry.

Buah strawberry yang diberi perlakuan edible coating dapat bertahan hingga empat hari pada suhu ruang dan 10 hari pada suhu rendah.

Hal ini menunjukkan edible coating dapat meningkatkan umur simpan buah dibandingkan buah strawberry tanpa edible coating yang hanya dapat bertahan hingga dua hari.  

Renata menuturkan pihaknya sengaja memilih mikroalga sebagai bahan edible coating karena mikroalga tidak mengganggu ketahanan pangan dibandingkan edible coating konvensional yang menggunakan bahan-bahan seperti singkong sebagai bahan dasarnya. 

Kisah Buruh Bangunan Antar Anaknya Masuk Prodi Teknik Nuklir UGM Yogyakarta

“Mikroalga mudah dikembangbiakkan dan dapat lebih cepat untuk tumbuh. Kami juga ingin memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa mikroorganisme itu tidak semuanya jahat, ada, bahkan banyak yang dapat berguna bagi kehidupan,” ujar Renata dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Sabtu (6/7/2019).

Penelitian ini yang menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta Tahun 2018 dan mendapatkan dana hibah pengembangan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti. 

Penelitian ini menutur Renata memiliki potensi untuk mengenalkan peran mikroalga ke masyarakat.

“Kita harapkan penelitian ini juga dapat membantu petani dan pedagang buah untuk meningkatkan omzetnya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah,” ujar Dr Eko Agus Suyono, M App Sc selaku pembimbing dari tim PKM ini. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved