Pendidikan

Orangtua Siswa Keluhkan Data Hilang di Portal PPDB dan Terlempar ke Pilihan Lain

Dinas Pendidikan Sleman didatangi puluhan orangtua siswa yang meminta klarifikasi seleksi perankingan PPDB SMP, Kamis (4/7/2019).

Orangtua Siswa Keluhkan Data Hilang di Portal PPDB dan Terlempar ke Pilihan Lain
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Para orangtua calon siswa baru memenuhi Kantor Dinas Pendidikan Sleman pada Kamis (04/07/2019) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pendidikan Sleman didatangi puluhan orangtua siswa yang meminta klarifikasi seleksi perankingan PPDB SMP, Kamis (4/7/2019).

Pasalnya banyak data calon siswa hilang saat pengumuman pengumuman dari proses pendaftaran PPDB SMP negeri di Kabupaten Sleman.

Setelah dilakukan perbaikan orangtua siswa pun dapat mengakses data anaknya secara benar pada pukul 13.00.

Ini 8 Alasan Memilih TVS Ntorq 125 untuk Berkendara

Seperti yang dialami Agus Riyanto (35) warga Sendangsari, Minggir.

Ia menceritakan, dirinya selalu memantau tahapan seleksi dari verifikasi berkas yang dilakukan pada 1-3 Juli lalu.

"Dari pantauan hari terakhir verifikasi anak saya dapat peringkat 120 di sekolah dengan kuota 174. Pagi tadi saya bangun lalu melakukan pengecekan, kok nama anak saya hilang dari daftar ranking, tidak ada di ranking merah (cadangan) dan loncat ke sekolah pilihan ketiga," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Ternyata masalah serupa juga terjadi sejak verifikasi hari pertama.

Agus mengatakan dirinya selalu mengupdate informasi dan mendapati data anaknya terkadang masuk dalam daftar ranking dan kuota, dan terkadang hilang.

Hasil Seleksi PPDB SMP Negeri di Sleman Resmi Diumumkan, Disdik Sleman Akui Sempat Ada Kendala

Dalam kesempatan itu ia berharap  sistem zonasi yang bertujuan pemerataan pendidikan ini dapat diperjelas lagi, apakah murni mengutamakan jarak, atau juga berdasarkan nilai siswa.

Ia juga berharap ke depan ada posko di masing-masing kecamatan yang bisa digunakan untuk melakukan pengecekan ataupun pengaduan.

"Dan saya harap sistem online ini dapat diperbaiki agar dapat memberi kepastian ke orangtua murid. Agar kita juga tidak was-was," tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Widianto, warga Turi, ia mengatakan dengan sistem yang berubah-ubah ini maka membuat banyak wali murid bingung.

"Saya mohon sistem ini didukung dengan aplikasi yang tidak membingungkan. Sebenarnya online kan untuk menguntungkan masyarakat," ucapnya. (*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved