Ongkos Perjalanan dari Kota Yogya Menuju Bandara YIA Kulonprogo Dinilai Mahal

Biaya perjalanan pulang pergi dengan naik moda transportasi taksi mencapai hampir sama dengan satu tiket pesawat

Ongkos Perjalanan dari Kota Yogya Menuju Bandara YIA Kulonprogo Dinilai Mahal
Tribunjogja.com | Singgih Wahyu N
Kondisi perkembangan pembangunan bandara YIA di Kulon Progo hingga Selasa (23/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY saat ini tengah memikirkan transportasi darat dari Yogyakarta menuju ke bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Hal ini karena banyaknya keluhan akan mahalnya transportasi menuju bandara dari masyarakat.

Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo, menjelaskan banyak masyarakat yang mengeluhkan biaya perjalanan ke YIA yang cukup mahal.

Menurutnya, biaya perjalanan pulang pergi dengan naik moda transportasi taksi mencapai hampir sama dengan satu tiket pesawat.

“Ini perlu segera disiapkan untuk angkutan darat dari Yogya menuju bandara. Saya kira PT AMI bisa melakukan negosiasi dengan PT Angkasa Pura terkait dengan moda transportasi ini,” ujar Budi, Rabu (3/7/2019).

Negosiasi ini ditujukan agar armada bus yang dimiliki PT AMI dan juga Pemprov DIY bisa menyupport transportasi menuju bandara baru.

Selain akan menghemat biaya masyarakat, hal ini juga bisa menjadi masukan bagi perusahaan plat merah tersebut.

Sebelumnya, bus Damri pun direncanakan akan masuk menjadi moda transportasi dari bandara menuju ke Yogyakarta.

Namun, hingga saat ini belum beroperasional. Menurut Budi, akan lebih baik jika PT AMI kemudian menyiapkan bus untuk menjangkau kebutuhan warga yang akan menuju ke bandara.

“Persoalan ini juga sudah saya sampaikan ke Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X). Kalau dari sisi PT AMI, mereka siap dengan armada bus, 20 bus pun siap,” katanya.

Secara teknis, meski bus yang akan digunakan berupa bus Trans Jogja, namun hal ini bisa diatur dengan mengubah settingan tempat duduk agar lebih eksekutif dan nyaman.

Atau, jika memang ada permintaan untuk bus besar, bagaimana kemudian langkah PT AMI menyiapkannya.

“Yang pasti busnya nanti punya tempat duduk representative dan eksekutif. Ini juga bisa dilihat dan dikaji dari jalur trans Jogja bisa dialihkan,” urainya.

Menurut Budi, jika persoalan ini tidak diselesaikan, maka masyarakat akan terbeban berat.

Imbasnya tentu saja mengurangi minat untuk bepergian dengan pesawat terbang karena harga tiket ditambah perjalanan darat yang mahal. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved