Breaking News:

Travel

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Sepiring Sego Penggel tersaji dengan sayur nangka muda, daun singkong, serta berbagai jeroan sapi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Sego Penggel komplit khas Kebumen yang disajikan oleh Restoran Watoe Gajah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belakangan ini, nama Kabupaten Kebumen semakin terangkat ke publik.

Wilayah yang masuk dalam daerah Jawa Tengah ini semakin dikenal berkat berbagai wisata menariknya, satu di antaranya adalah Benteng Van der Wijck di Kecamatan Gombong.

Sebaliknya, belum banyak orang yang mengetahui kuliner Kebumen yang khas.

Padahal ada sejumlah makanan dari daerah ini yang patut dicoba.

Bagi yang penasaran, tidak perlu jauh-jauh menempuh perjalanan ke Kebumen.

Sebab Restoran Watoe Gajah yang berada di Jalan Raya Plumbon, Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman ini telah menyediakan menu tersebut.

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Jihan, juru bicara dari Watoe Gajah mengatakan bahwa restoran yang baru dibuka pada Maret 2019 tersebut secara khusus banyak menyajikan makanan khas Kebumen.

"Kebetulan yang punya memang orang asli Kebumen. Jadi dijamin citarasanya masih asli," jelas Jihan saat ditemui Tribunjogja.com pada Senin (01/07/2019).

Jihan menyebut ada sejumlah menu unggulan dan juga menjadi makanan paling khas asal Kebumen.

Beberapa di antaranya adalah Sego Penggel, Gulai Konco Kenthel, Sop Djawa jang Hampir Poenah, Koepat Soempil, hingga Mendoan khas Kebumen.

Tribunjogja.com pun berkesempatan mencoba empat menu dari yang disebutkan Jihan, kecuali Koepat Soempil.

Sayangnya menu tersebut saat itu sedang tidak tersedia.

Penganan tersebut biasanya langsung dipesan dari Kebumen.

"Koepat Soempil itu nasi dibungkus daun pisang dengan bentuk segitiga. Biasanya dimakan dengan serundeng kelapa atau kuah sayur," jelas Jihan.

Sleman Sediakan Hotspot di 59 Titik Termasuk Kawasan Wisata

Sego Penggel adalah nasi yang dikepal menjadi bulat atau di-penggel menurut orang Kebumen.

Sepiring Sego Penggel tersaji dengan sayur nangka muda, daun singkong, serta berbagai jeroan sapi.

Citarasanya cenderung pedas gurih.

Gulai Koncho Kenthel merupakan Gulai Ayam atau Itik kampung, disajikan dengan dua tusuk sate, potongan lontong, dan disiram dengan kuah santan berwarna kuning pucat.

Rasa kuahnya yang gurih berpadu dengan sate ayamnya yang manis berempah.

Sementara Sop Djawa jang Hampir Poenah sebenarnya merupakan sup ayam biasa. Namun disajikan dengan cara khas pedesaan.

"Dagingnya pakai ayam kampung. Itu juga kami gunakan ke makanan kami yang lain," jelas Jihan.

Terakhir, adalah Mendoan khas Kebumen.

Kenalkan Potensi Wisata di DIY, Jogja International Travel Mart 2019 Kembali Digelar

Dua lembar tempe yang cukup besar digoreng berbalut tepung, menghasilkan tempe yang renyah.

Memakannya akan semakin nikmat dengan dicocol ke dalam kecap manis disertai potongan cabai rawit.

Watoe Gajah juga tidak menggunakan kecap manis biasa.

Menurut Jihan, kecap bernama Kentjana tersebut memang tidak bisa lepas dari makanan khas Kebumen, bahkan hingga saat ini.

"Sensasinya beda dengan kecap lain. Seluruh persediaan pun langsung kami bawakan dari sana," jelasnya.

Semua makanan tersebut dapat dinikmati sambil ditemani oleh segelas Es Teh Spesial.

Sebab disajikan dengan gelas besar atau Gelas Gajah, sesuai dengan nama restorannya.

Segelasnya hanya dibanderol Rp 5 ribu.

Tidak hanya menikmati sajian khas Kebumen, pengunjung juga bisa menikmati suasana restoran yang sangat khas pedesaan dengan adanya pondok-pondok kayu dan bambu.

Jalur Wisata Segera Dibangun, Pantai Selatan di Bantul Akan Saling Terhubung

Bahkan pihak pengelola membuat sungai buatan, dengan sepetak lahan sawah padi di sebelahnya.

Sungai tersebut bisa digunakan oleh pengunjung untuk bermain air atau sekedar merendam kaki.

"Target kita memang lebih ke keluarga serta kegiatan kumpul bersama. Kami juga ada meeting room tertutup," jelas Jihan.

Harga menu yang disediakan pun cenderung miring, berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 25 ribu.

Menu yang tersedia mulai dari makanan berat hingga camilan ringan.

Beragam minuman pun tersedia dengan harga belasan ribu rupiah.

Selain menu yang bisa dipesan, pengelola juga menyediakan menu prasmanan.

Pengunjung bisa menikmati Sego Penggel beserta sayurnya saja secara sepuasnya, cukup membayar Rp 12 ribu.

Restoran Watoe Gajah beroperasi setiap harinya mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved