Sleman

Sleman Sediakan Hotspot di 59 Titik Termasuk Kawasan Wisata

Pemerintah Kabupaten Sleman mulai berbenah untuk bisa meningkatkan layanan jaringan komunikasi tahun 2019 ini.

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mulai berbenah untuk bisa meningkatkan layanan jaringan komunikasi tahun 2019 ini.

Langkah yang dilakukan yakni dengan menambah jaringan hotspot yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sleman Eka Suryo Prihatoro saat diwawancarai belum lama ini mengatakan pihaknya telah melakukan penambahan jaringan hotspot yang dinamakan dengan Hotspot Sleman di beberapa titik.

Pemkab Sleman Sosialiasi Kebijakan Penanganan Antraks

"Awal tahun 2019 ini kami sudah melakukan penambahan. Yang paling banyak di pasar-pasar yang telah direvitalisasi," ungkapnya.

Selain di pasar-pasar tersebut, juga ditambahkan jaringan hotspot di tempat-tempat wisata.

Eka menjelaskan, saat ini di seluruh wilayah Sleman sudah tersebar Hotspot Sleman sebanyak 59 titik.

Semuanya tersebar di lokasi publik seperti Taman Denggung, Taman Kuliner Condongcatur dan kompleks pemerintahan.

Selain itu, Hotspot Sleman juga ditempatkan di destinasi wisata, meski baru tiga destinasi wisata yang dilayani Hotspot Sleman.

Lokasi tersebut yakni Gardu Pandang Kaliurang, Museum Gunung Api Merapi dan Tebing Breksi.

Tahun Ini, Pemkab Sleman Usulkan 727 Formasi CPNS dan PPPK

Ditempatkannya hotspot di lokasi tersebut juga atas pertimbangan ketersediaan provider.

Di mana ketiga destinasi wisata itu berada di area pegunungan yang minim jangkauan sinyal.

Maka dengan adanya Hotspot Sleman ini, wisatawan tetap dapat berselancar di internet.

Misalnya ketika usai berfoto bisa langsung mengungahnya ke sosial media masing-masing.

Hal ini juga sebagai salah satu upaya untuk memopulerkan destinasi wisata tersebut.

Sedangkan perihal kecepatannya, Eka mengatakan di 59 titik tersebut rata-rata mencapai 20 MBps.

Ia menyebut, kuota bandwidth tersebut masih bisa memberikan layanan yang baik untuk masyarakat.

"Kalau kecepatan kami anggap sudah cukup, karena semua juga bergantung pada berapa banyak masyarakat yang mengakses," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved