Travel
Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah
Sepiring Sego Penggel tersaji dengan sayur nangka muda, daun singkong, serta berbagai jeroan sapi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Sego Penggel adalah nasi yang dikepal menjadi bulat atau di-penggel menurut orang Kebumen.
Sepiring Sego Penggel tersaji dengan sayur nangka muda, daun singkong, serta berbagai jeroan sapi.
Citarasanya cenderung pedas gurih.
Gulai Koncho Kenthel merupakan Gulai Ayam atau Itik kampung, disajikan dengan dua tusuk sate, potongan lontong, dan disiram dengan kuah santan berwarna kuning pucat.
Rasa kuahnya yang gurih berpadu dengan sate ayamnya yang manis berempah.
Sementara Sop Djawa jang Hampir Poenah sebenarnya merupakan sup ayam biasa. Namun disajikan dengan cara khas pedesaan.
"Dagingnya pakai ayam kampung. Itu juga kami gunakan ke makanan kami yang lain," jelas Jihan.
Terakhir, adalah Mendoan khas Kebumen.
• Kenalkan Potensi Wisata di DIY, Jogja International Travel Mart 2019 Kembali Digelar
Dua lembar tempe yang cukup besar digoreng berbalut tepung, menghasilkan tempe yang renyah.
Memakannya akan semakin nikmat dengan dicocol ke dalam kecap manis disertai potongan cabai rawit.
Watoe Gajah juga tidak menggunakan kecap manis biasa.
Menurut Jihan, kecap bernama Kentjana tersebut memang tidak bisa lepas dari makanan khas Kebumen, bahkan hingga saat ini.
"Sensasinya beda dengan kecap lain. Seluruh persediaan pun langsung kami bawakan dari sana," jelasnya.
Semua makanan tersebut dapat dinikmati sambil ditemani oleh segelas Es Teh Spesial.
Sebab disajikan dengan gelas besar atau Gelas Gajah, sesuai dengan nama restorannya.