Gunungkidul

Lebih dari 100 Ribu Jiwa Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Sedangkan agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan, maka pihaknya telah melakukan koordinasi dalam penyaluran bantuan air bersih dengan kecamatan.

Lebih dari 100 Ribu Jiwa Terdampak Kekeringan di Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Lebih dari seratus ribu jiwa di Kabupaten Gunungkidul pada 2019 ini terdampak kekeringan.

Kekeringan sendiri saat ini telah meluas hampir ke seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki, Selasa (2/7/2019).

"Kecamatan yang mengalami kekeringan cukup parah dan yang sudah mendapatkan bantuan dropping air dari BPBD maupun kecamatan ada sebanyak 14 kecamatan. Sedangkan jiwa yang terdampak sebanyak 105.234 jiwa," katanya.

Atasi Kekeringan, ACT Distribusikan Lebih dari 50.000 Liter Air ke Gunungkidul dan Lombok

BPBD merinci jumlah jiwa yang terdampak kekeringan di tiap kecamatan sebagai berikut: Tepus 12.441 jiwa, Ngawen 3032, Ponjong 2411 jiwa, Semin 1192 jiwa, Patuk 2962 jiwa, Semanu 1968 jiwa, Panggang 8986 jiwa, Gedangsari 3448 jiwa, Tanjungsari 11.186 jiwa, dan kecamatan Nglipar 5100 jiwa. Kecamatan Girisubo 21.592 jiwa, Paliyan 16.978 jiwa, Purwosari 4032 jiwa, Rongkop 9902 jiwa.

"Sedangkan kecamatan lain seperti Saptosari, Playen, Karangmojo, Wonosari hanya per RT saja yang mengalami kekeringan. Seperti contoh di Wonosari Desa Wandu Spamdes mengalami maslaah sehingga harus mendapatkan bantuan droping air," katanya.

Edy menjelaskan, tidak semua wilayah terdampak kekeringan. Hanya enam kecamatan yakni Purwosari, Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan dan Panggang yang diberikan bantuan air bersih.

"Sedangkan kecamatan lainnya diberikan bantuan air bersih berupa droping air dari kecamatan masing-masing jika nanti anggarannya habis kemungkinan akan mengajukan ke BPBD Gunungkidul, selain itu bantuan dari pihak swasta juga sangat membantu bagi pemerintah kabupaten Gunungkidul," katanya.

15 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan

Sedangkan agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan, maka pihaknya telah melakukan koordinasi dalam penyaluran bantuan air bersih dengan kecamatan.

"Selain itu berkoordinasi terkait lokasi yang dituju, karena geografis berat. Potensi bertambahnya desa maupun jiwa yang terdampak kekeringan masih sangat mungkin mengingat saat ini belum sampai ke puncak kekeringan," katanya.

Terpisah Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan dari 5 desa yang ada sudah mengalami kekeringan.

Menurutnya hanya wilayah dataran tinggi di wilayahnya yang memerlukan bantuan droping air mengingat sudah ada PDAM.

"Semuanya sudah terdampak kekeringan," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved