Saat Cap Tikus, Sopi, hingga Arak Bali Berlomba Menembus Pasar Global

Sebut saja sopi NTT, arak Bali, Cap Tikus Minahasa, dan masih banyak lagi. Keberadaan minuman fermentasi biasanya dinikmati masyarakat saat acara adat

Saat Cap Tikus, Sopi, hingga Arak Bali Berlomba Menembus Pasar Global
TRIBUN MANADO
Minuman beralkohol produk lokas, Cap Tikus 1978 yang telah mempunyai izin dan beredar resmi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kekayaan kuliner Indonesia tak semata pada makanan-makanan yang kelezatannya sangat unik, tapi juga minumannya.

Salah satunya adalah minuman beralkohol lokal yang sudah hadir sejak lama di tanah air.

Minuman olahan yang merupakan hasil fermentasi dari air nira yang berasal dari pohon lontar tersebut merupakan minuman asli Indonesia.

Sebut saja sopi NTT, arak Bali, Cap Tikus Minahasa, dan masih banyak lagi. Keberadaan minuman fermentasi biasanya dinikmati masyarakat saat acara adat di suatu daerah.

Namun kini minuman fermentasi lokal sudah mengalami banyak perkembangan, varian dan sudah adanya izin, standar dan pengawasan dari pemerintah yang membuat minuman lokal tersebut semakin bergeliat.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikodat, saat mengenalkan minuman keras produksi lokal dengan merk Sophia di Universitas Cendana, Kupang, Kamis (20/6/2019)
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikodat, saat mengenalkan minuman keras produksi lokal dengan merk Sophia di Universitas Cendana, Kupang, Kamis (20/6/2019) (Kompas.com)

Salah satu minuman fermentasi lokal yang sudah mendapatkan izin beredar ialah Cap Tikus 1978 asal Minahasa.

Sebagai satu-satunya cap tikus yang memiliki izin beredar Kepala Marketing Cap Tikus 1978 Mario Baraputra menyebut jika produknya mulai resmi meluncur pada Desember 2018.

Meski belum ada setahun Cap Tikus 1978 kini sudah memiliki pasar di seluruh Indonesia. Papua menjadi pasar yang paling banyak disuplai minuman berkadar alkohol 45% tersebut.

"Suplai paling banyak ke Papua. Jadi setiap bulan bisa kirim sebanyak 2 sampai 3 kontainer ke sana," terang Mario yang ditemui Kontan.co.id.

Mahasiswi KKN Disuruh Hibur Aparat Desa yang Sedang Pesta Miras, Kampus Lakukan Evakuasi

Cap Tikus 1978 mulai merambah pasar di luar Sulawesi Utara pada Februari lalu. Harga ritel Cap Tikus 1978 adalah Rp 80 ribu ukuran 320 ml.

Berkembangnya zaman dan sejak adanya izin, Cap Tikus 1978 memberikan sentuhan yang berbeda dengan inovasi kemasan yang unik.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved