Yogyakarta

JITM 2019, Perkuat Posisi YIA

Penyelenggaraan JITM 2019 sudah on the track dalam upaya memasarkan Yogyakarta secara jangka panjang ke mata dunia.

JITM 2019, Perkuat Posisi YIA
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Ketua Panitia JITM 2019 Edwin Ismedi (tengah) didampingi Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina (kanan) dan Ketua ASITA DIY Udhi Sudiyanto (kiri) saat jumpa media di Sahid Hotel Yogyakarta, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagai event yang mempertemukan pelaku bisnis pariwisata di dunia, ajang Jogja International Travel Mart 2019 diharapkan bisa memperkuat posisi bandara baru Yogyakarta.

Hadirnya bandara berskala internasional harus dikenalkan kepada dunia sebagai akses untuk menuju ke Yogyakarta yang lebih mudah.

Marlina, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY menuturkan hadirnya akses yang mudah untuk ke Yogyakarta lewat bandara baru harus dibarengi dengan promosi yang gencar sehingga wisatawan mancanegara semakin tertarik menuju Yogyakarta.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Tentu kita ingin hadirnya YIA bisa meningkatkan buyer asing," katanya kepada media di Sahid Hotel Yogyakarta, Senin (24/6/2019).

Untuk mengenalkannya, kata Marlina, diperlukan upaya menambah opsi wisata yang ditawarkan.

Menurutnya Yogyakarta tak bisa hanya mengandalkan wisata yang itu-itu saja.

"Untuk persaingan bandara baru ini kita perlu produk-produk wisata yang lebih menarik. Kita juga sudah lihat potensi wisata di Yogyakarta selama ini meningkat dan tersebar di beberapa kabupaten dan kota," sebutnya.

Untuk mengenalkan potensi wisata baru kepada buyers mancanegara, rencananya peserta JITM 2019 yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari 23 negara di dunia ini akan disuguhkan beberapa wisata terbaik antara lain Borobudur, Lava Tour Merapi hingga Tarian baru Legenda Roro Jonggrang di Prambanan.

Kenalkan Potensi Wisata di DIY, Jogja International Travel Mart 2019 Kembali Digelar

Sementara itu, Ketua ASITA DIY Udhi Sudiyanto mengatakan penyelenggaraan JITM 2019 sudah on the track dalam upaya memasarkan Yogyakarta secara jangka panjang ke mata dunia.

Menurutnya, untuk melakukan branding wisata diperlukan upaya yang terus menerus dan bekesinambungan.

"Harus terus menerus dan berkesinambungan agar wisatawan asing semakin mengenal Yogyakarta," tambahnya.

Udhi menambahkan, satu di antara kendala yang saat ini masih dirasakan yakni belum tersedia direct flight yang menghubungkan Yogyakarta dengan kota di negara lain.

"(Direct Flight) Yang ada baru Singapura dan Malaysia, untuk Eropa masih harus ke Bali atau Jakarta dulu. Ini yang membuat Yogyakarta hanya menjadi wisata tambahan mereka (wisatawan), ini harus kita sadari dan perlu berbenah," tuturnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved