Sleman
Angka Harapan Hidup di Sleman Tertinggi se-Indonesia
Saat ini harapan hidup rata-rata untuk perempuan di Kabupaten Sleman mencapai 76 tahun. Sedangkan harapan hidup rata-rata untuk laki-laki 74 tahun.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Angka harapan hidup di Kabupaten Sleman menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun yang juga menjabat Ketua Komisi Daerah Lansia Sleman mengungkapkan saat ini harapan hidup rata-rata untuk perempuan di Kabupaten Sleman mencapai 76 tahun.
Sedangkan harapan hidup rata-rata untuk laki-laki 74 tahun.
Sri Muslimatun menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat Sleman peduli dengan kesehatannya.
Ia berharap masyarakat dapat terus mempertahankan budaya hidup sehat tersebut, bahkan lebih ditingkatkan lagi.
• 5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece
"Ini (harapan hidup tinggi) karena masyarakat Sleman itu sabar, nrimo, legowo, tapi tetap mau bekerja, mau bergerak. Karena kalau kualitas hidup meningkat, harapan hidup juga meningkat," ungkapnya pada Tribunjogja.com, Senin (24/6/2019).
Ia pun mengajak para lansia untuk membudayakan hidup sehat.
Kualitas hidup di masa tua menurutnya dapat ditingkatkan diantaranya dengan olahraga teratur, makan makanan yang sehat, dan cek kesehatan secara rutin.
Di lain sisi, tingginya angka harapan hidup ini memberikan tantangan untuk pemberdayaan lanjut usia (lansia).
Ditekankannya, keberadaan lansia perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar nantinya tidak menjadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungan.
Sedangkan saat ini terdapat sekitar 15 persen dari total 1,1 juta penduduk Sleman yang merupakan lansia.
• Lansia Harus Tetap Diperhatikan Agar Hidupnya Tidak Terlantar
Dengan banyaknya lansia tersebut, timbul gagasan atau wacana pembentukan Rumah Bahagia Lansia sebagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan yang bersifat pemberdayaan seperti pelatihan ketrampilan.
Di Rumah Bahagia, lansia juga diajak aktif secara fisik melalui senam, dan kegiatan lain untuk mengasah mental.
"Kami ingin di Rumah Bahagia, warga lansia tidak merasa disingkirkan. Mereka bisa menetap di tempat itu tapi juga bisa nomaden," bebernya.
Sementara bagi lansia kurang beruntung yang kondisinya telantar, Pemkab Sleman telah mengupayakan program Jaring Pengaman Sosial berupa pemberian bantuan dalam bentuk makanan, uang, dan usaha ekonomi produktif.
Dari data Dinas Sosial setempat, ada sekitar 6.900 lansia telantar tanpa sanak saudara.
"Para warga lanjut usia perlu diberdayakan sesuai dengan kemampuannya. Peringatan Hari Lansia tahun ini kami harapkan bisa memunculkan ide itu," imbuhnya.
• Dosen FKIK UMY Berikan Pelatihan Kesehatan untuk Jadi Lansia Berbahagia
Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan Festival Senior Living 2019 sendiri telah digelar Minggu (23/6/2019), di Lapangan Shiwa komplek Candi Prambanan, Sleman.
Acara yang juga didukung oleh Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) tersebut diikuti oleh 1.250 lansia dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.
Berbagai macam kegiatan turut digelar guna memeriahkan acara tersebut. Diawali dengan senam Germas massal pukul 7 pagi.
Pada acara tersebut lansia juga dapat pemeriksaan kesehatan secara gratis yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Dalam acara tersebut juga diadakan presentasi kesehatan, berbagai jenis lomba bagi lansia yang dikemas dalam Senior Citizen Got Talent. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-bupati-sleman-sri-muslimatun_20180720_121532.jpg)