Gunungkidul

Disnakertrans Gunungkidul Berencana Revitalisasi BLK

Balai Latihan Kerja (BLK) akan direvitalisasi dengan 3 R yaitu Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding.

Disnakertrans Gunungkidul Berencana Revitalisasi BLK
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul berencana melakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan 3 R yaitu Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding.

Revitalisasi dengan 3 R bertujuan untuk menyambut revolusi industri 4.0.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul, Purnamajaya mengatakan, revitalisasi tersebut merupakan program nasional.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Dengan dilakukannya revitalisasi BLK dalam penyiapan tenaga kerja akan lebih maksimal.

"Revitalisasi tidak hanya fisik saja (gedung) tetapi juga program-program yang ada di BLK. Revitalisasi program agar keberadaan BLK dapat meningkatkan kapasitas ketrampilan yang dibutuhkan ada bursa kerja," ujarnya pada Tribunjogja.com, Minggu (23/6/2019).

Menurutnya dalam revitalisasi fisik ada berbagai kemungkinan seperti menjadi lebih sempit dengan konsep gedung bertingkat.

Ia menjelaskan menyempitnya lokasi BLK tidak lepas dari prinsip reorientasi.

"Hingga sekarang, di tempat ini ada sekitar sembilan pelatihan mulai dari menjahit, otomotif, las dan kelistrikan hingga tata boga. Namun seiring dengan program reorientasi, maka jumlah pelatihan akan dikurangi dan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pasar yang mengacu pada potensi daerah," ungkapnya.

Perencanaan dan Kajian Pelabuhan di Pantai Gesing Gunungkidul Harus Matang

Menurutnya ke depan BLK kemungkinan akan mengampu 3 hingga 4 bidang sehingga bisa lebih fokus dalam memberikan pelatihan kerja.

“Ya untuk tindak lanjut butuh anggaran dan ini masih sebatas usulan. Namun harapannya bisa diwujudkan karena sebagai upaya menyambut datangnya revolusi industry 4.0,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Hery Kriswanto menyampaikan era revolusi industri 4.0 akan memberikan dampak yang cukup signifikan terutama di persaingan dunia kerja.

Sehingga BLK harus dioptimalkan kembali agar tenaga kerja asli Gunungkidul tidak tersingkir.

“Ya kalau tidak diantisipasi, maka tenaga kerja asal Gunungkidul akan kalah bersaing. Jadi, salah satu upayanya dengan memaksimalkan BLK dalam memberikan bekal pelatihan menyangkut dengan teknik maupun ketrampilan bagi calon tenaga kerja,” katanya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved