Info PPDB Yogyakarta 2019, Token Pendaftaran Hanya Dapat Diambil Satu Kali

Pengambilan token dapat dilakukan di SMA/SMK terdekat dengan tempat tinggal calon peserta didik

Info PPDB Yogyakarta 2019,  Token Pendaftaran Hanya Dapat Diambil Satu Kali
PPDB
PPDB Online SMA dan SMKN 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon peserta didik baru dapat mengambil Token pada 20, 21, 24 dan 25 Juni 2019, guna mendaftar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA/SMK di DIY.

Pengambilan token dapat dilakukan di SMA/SMK terdekat dengan tempat tinggal calon peserta didik, baik di sekolah pilihan maupun di sekolah yang bukan menjadi pilihan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmata Baskara Aji, mengungkapkan untuk calon peserta didik yang berdomisili di DIY dapat mengambil token di SMA/SMK Negeri terdekat dengan tempat tinggalnya.

"Mau milih SMA ambil token di SMK boleh. Mau ambil SMK ambil token di SMA boleh," ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Pengumuman Hasil PPDB Bibit Unggul SMP di Kota Yogyakarta, Kuota di 4 Sekolah Tak Terisi Penuh\

Tahap PPDB Dimulai, Ratusan Siswa di Magelang Berbondong-bondong Daftar ke Sekolah

Jelang Masa PPDB 2019, Banyak Orangtua Siswa Mencari Informasi PPDB ke Sekolah

Ia menegaskan, setiap calon peserta didik hanya dapat mengambil satu token.

Sehingga tidak mungkin apabila calon peserta didik dapat mengambil lebih dari satu token.

"Karena begitu mengambil token, nomor ujian nasionalnya langsung kita kunci," jelasnya.

Calon peserta didik saat berkeliling SMAN 3 Yogyakarta
Calon peserta didik saat berkeliling SMAN 3 Yogyakarta (Tribun Jogja/ Noristera Pawestri)

Lanjutnya, setelah mengambil token, maka calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran PPDB secara online sesuai jadwal yakni pada 24-26 Juni 2019.

Sedangkan hasil seleksi PPDB Online jenjang SMA/SMK akan diumumkan pada Jumat, 28 Juni 2019

"27 Juni itu untuk seleksi kami. Butuh waktu sehari untuk mengumumkan kalau nanti ada sekolah yang jumlah peserta didik sisa tempat atau masih kosong, maka sistem kami mencari anak dengan pilihan yang tidak di sekolah itu tapi dari zona terdekat, hal ini supaya optimal semua terisi," ucapnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved