Travel

Ternyata Sambal Pertama di Nusantara Terbuat dari Jahe

Racikan cabai dengan beragam rempah menjadi salah satu menu idola masyarakat Indonesia, sekaligus dikenal sebagai pembangkit selera makan.

Ternyata Sambal Pertama di Nusantara Terbuat dari Jahe
ist
Ilustrasi Sambal pedas 

TRIBUNJOGJA.COM –  Sambal merupakan jenis makanan yang sudah sangat dikenal msyarakat Indonesia.

Racikan cabai dengan beragam rempah menjadi salah satu menu idola masyarakat Indonesia, sekaligus dikenal sebagai pembangkit selera makan.

Indonesia sendiri memiliki beragam jenis sambal yang menggunakan cabai sebagai bahan utama.

Namun taukah kamu, pada masa lalu, masyarakat Nusantara tak mengenal sambal seperti yang kita kenal saat ini?

Sejarawan Kuliner Fadly Rahman mengatakan jika saat ini cabai yang termasuk tanaman dari genus Capsicium yang digunakan sebagai bahan utama sambal, maka pada masa lalu jahe merupakan bahan pemedas utama yang dignakan untuk membuat sambal.

Cabai Jawa, Herbal yang Kaya Akan Khasiat

Lebih detail Fadli menjelaskan, selain jahe, jauh sebelum masyarakat Nusantara mengenal Capsicium, bahan pemedas yang sering digunakan adalah cabai jawa atau cabya, andaliman, dan juga lada.

Namun jahe termasuk generasi pertama pemedas yang digunakan masyarakat nusantara.

“Karena dalam prasasti kuno itu yang diteliti oleh para ahli arkeologi mereka menemukan kata sambel. Tapi kata sambel ini bukan dibuat dari bahan seperti yang kita kenal sekarang, tapi menggunakan jahe sebagai pemedasnya. Karena kalau kita sekarang menggunakan jahe begitu sebagai obat herbal atau sebagai obat, atau sebagai bumbu masak, sebenarnya jahe itu punya efek pemedas,” papar Fadly saat dihubungi KompasTravel.

Fadly melanjutkan, meski bahan pemedasnya berbeda, saat itu cara pengolahan sambal mirip dengan sambal yang kita kenal sekarang.

Anda Suka Makan Sambal? Perlu Ketahui 4 Manfaatnya

“ Jahe itu ditumbuk dan dipenyet-penyet ya seperti halnya kita menguleg saja. Karena teknologi menggerinda atau teknologi menggiling dengan batu seperti sekarang yang masih dipakai oleh masyarakat Indonesia menggunakan ulegan itu sudah merupakan kiriman dari nenek moyang kita pada masa kuno,” lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved