Sleman
Begini Kesiapan KPU Sleman dan Parpol untuk Pilkada 2020
Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) namun berbagai hal telah disiapkan oleh penyelenggara pemilihan maupun partai politik.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) namun berbagai hal telah disiapkan oleh penyelenggara pemilihan maupun partai politik.
Sleman pun akan turut dalam pesta demokrasi untuk menentukan posisi bupati dan wakil bupati ini.
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi memaparkan bahwa rencana Pilkada akan digelar pada bulan September tahun depan.
"Untuk tahap awal ini kami akan mendiskusikan terkait dengan kebutuhan anggaran," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kamis (13/6/2019).
• 5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece
Selain kebutuhan anggaran, pembahasan juga menyangkut kesipan teknis, sembari pihaknya menunggu arahan lebih jelas dari KPU RI terkait peraturan Pilkada.
Langkah selanjutnya adalah proses pemutakhiran data Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Terkait Pilkada 2020, Ketua DPC PDIP Sleman Koeswanto mengatakan pihaknya kini masih mencari kader yang akan dicalonkan melalui serangkaian proses penjaringan.
Terkait rencana koalisi, pihaknya pun mengaku belum ada omongan ke arah itu dengan partai lain.
Sementara itu, berkaca pada pemilihan di tahun-tahun sebelumnya, pihaknya telah menggelar serangkaian pertemuan atau rapat dengan caleg, baik caleg yang jadi maupun yang tidak.
Dalam setiap pertemuan itu, pihaknya selalu berpesa agar setiap anggota dapat mawas diri dan tidak terlena dengan kemenangan di tahun sebelumnya.
"Harus cooldown, mawas diri jangan terlena dengan kemenangan, itu yang selalu kita canangkan. Jangan sampai terjadi seperti di tahun 99 di mana periode berikutnya (suara) malah turun, itu pengalaman untuk pelajaran bagi kami," ujarnya.
• Pasca-Pemilu 2019, KPU Sleman Optimis Pendaftar KPPS Tetap Ada untuk Pilkada 2020
Sementara itu di sisi lain, Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan partai lain walaupun secara informal.
"Kita realistis lah kalau harus berkoalisi, sudah ada komunikasi. Walaupun masih secara informal tapi itu embrio kita berkomunikasi untuk menjajaki seperti apa ke depan," ujarnya.
Pihaknya masih akan berkonsolidasi dan melihat seperti apa nama-nama keinginan parta lain.
PAN sendiri sudah menawarkan nama dari internalnya.
"Kita akan menyamakan visi kita. Sehingga nama yang kita usung bersama itu bisa diterima oleh banyak partai," ujarnya.
Namun demikian, segala hal masih bisa terjadi, termasuk dengan partai mana saja pihaknya akan berkoalisi.
"Kita masih akan melihat, tentu perkembangan pemilu tahun ini dan pilkada besok akan berbeda. Bentuk koalisinya kan belum dipastikan. Kita wait and see dulu," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tindaklanjuti-rekomendasi-bawaslu-kpu-sleman-akan-gelar-psu-24-april.jpg)