Kota Yogya

Kusir Andong dan dan Tukang Becak Kayuh Berharap Untung Dari Penerapan Pedestrian Malioboro

Kusir Andong dan dan Tukang Becak Kayuh Berharap Untung Dari Penerapan Pedestrian Malioboro

Kusir Andong dan dan Tukang Becak Kayuh Berharap Untung Dari Penerapan Pedestrian Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Minimnya tempat parkir memaksa kusir memarkirkan andongnya di pinggir jalan Malioboro, Kamis (26/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Rencana uji coba pedestrian Malioboro disambut positif banyak pihak. Hal ini lantaran pada saat pelaksanaan uji coba ini kawasan ikon Yogyakarta ini akan steril dari kendaraan bermotor terkecuali bus Trans Jogja.

Uji coba ini diharapkan membawa angin segar bagi kusir andong dan pebecak kayuh. Pasalnya, dua kendaraan tradisional inilah yang disebut-sebut akan menjadi prioritas dalam konsep pedestrian ini.

Slamet (67), salah satu kusir yang berada di kawasan Malioboro menyambut positif kebijakan ini. Dia mengaku senang jika becak kayuh dan andong menjadi prioritas.

"Kami senang kalau becak dan andong jadi prioritas, " katanya kepada Tribun Jogja, Selasa (11/6/2019).

Pemkab Gunungkidul Rencanakan Bangun Kawasan Olahraga Terpadu di Jeruksari

Saat ini, keberadaan andong menjadi salah satu moda transportasi lokal yang tak terpisahkan dari Malioboro. Hanya, saat ini penghasilan mereka mulai tersisihkan dari kendaraan online dan juga kendaraan bermotor.

"Mudah-mudahan penumpangnya nanti lebih banyak, " ujar pria asal Nambangan, Pundong ini.

Slamet menuturkan, pada hari biasa rata-rata dia bisa mendapat uang kisaran Rp 50 ribu bahkan terkadang tak ada order sama sekali. Jika liburan, penghasilannya bisa mencapai Rp 500 hingga 700 ribu.

Robin (27), kusir andong lainnya mengatakan, jika konsep pedestrian diterapkan akan menguntungkan andong dan becak.

Nilai UN SMP Negeri-Swasta Terbaik Se Indonesia, 5 Sekolah DI Yogyakarta Masuk 15 Besar Nasional

Di berharap uji coba dan penerapan pedestrian ini akan membuat kusir becak dan andong lebih makmur.

"Kami juga bebas berjalan karena sebelumnya andong, becak, pejalan kaki, kendaraan bermotor jalan sama-sama. Ini juga lebih aman, " paparnya.

Dia menjelaskan, penghasilan perharinya sejauh ini masih cukup untuk membeli pakan kuda. Sementara saat ramai kunjungan, dalam sehari dia bisa mengantongi Rp 500 ribu. (Tribunjogja I Agung Ismiyanto)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved