Bom Kartasura
Tanggapi Bom Kartasura, Haedar Nashir Sebut Masyarakat Sudah Anti Teror
Ketua Umum PP Muhammadiyah secara tegas meminta agar ruang aksi teror semakin dipersempit, sehingga masyarakat Indonesia menjadi lebih aman.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum PP Muhammadiyah secara tegas meminta agar ruang aksi teror semakin dipersempit, sehingga masyarakat Indonesia menjadi lebih aman.
Hal tersebut ia sampaikan untuk menanggapi peristiwa meledaknya bom di Pos Polisi daerah Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
"Masyarakat sendiri mampu menolak segala bentuk teror dan kekerasan, apalagi jika ruang mereka semakin dipersempit," kata Haedar di Mesjid Gedhe Kauman, Selasa (05/06/2019) lalu.
• Haedar Nashir: Momen Idul Fitri, Saatnya Elit Politik Lakukan Rekonsiliasi
• Kapolresta Yogyakarta Minta Masyarakat Tidak Takut pasca Teror di Kartasura
Menurutnya, segala aksi kekerasan dan teror menjadi problem bagi bangsa ini, sebab sangat mengganggu kehidupan masyarakatnya di berbagai sektor.
Mengutip Tribunsolo.com, peristiwa ledakan bom tersebut terjadi pada Senin (03/06/2019) malam. Seorang pria tidak dikenal mendekati Pos Pengamanan (Pospam) yang berada di kawasan Tugu Kartasura.
Seketika terdengar suara ledakan bom disertai kepulan asap. Menurut saksi mata, pria tersebut ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka parah di bagian perutnya.
Haedar pun meminta pihak kepolisian mengusut secara tuntas kejadian ini, termasuk motif pelaku.
"Saya harap kasus ini benar-benar ditangani berdasarkan hukum yang adil dan objektif," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/haedar-nashir-momen-idul-fitri-saatnya-elit-politik-lakukan-rekonsiliasi.jpg)