Bisnis

Hadapi Libur Lebaran, Hotel Berbenah

Masa libur yang cukup panjang dibanding tahun lalu, disinyalir akan menjadi 'durian runtuh' bagi pelaku perhotelan.

Hadapi Libur Lebaran, Hotel Berbenah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah insan perhotelan mengatakan telah siap dalam menghadapi musim libur Lebaran 2019.

Masa libur yang cukup panjang dibanding tahun lalu, disinyalir akan menjadi 'durian runtuh' bagi pelaku perhotelan.

Ketua PHRI Sleman, Joko Pramono mengatakan, sejumlah hotel telah mempersiapkan fasilitas dan layanan semenjak periode bulan puasa dimana hotel mengalami masa sepi.

Pada masa tersebut, sebutnya, perhotelan memanfaatkannya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan layanan, sehingga optimal dalam menghadapi musim libur Lebaran.

PHRI DIY: DIY Harus Optimis Bisa Saingi Bali

"Biasanya masing-masing sudah punya perencanaan yang berbeda-beda. Jadi para tamu bebas memilih," ujarnya saat dihubungi Tribun Jogja, Sabtu (1/6/2019).

Joko menerangkan, kondisi harga tiket pesawat yang masih tinggi juga tidak menjadi kendala bagi industri pariwisata terutama hotel dan restoran.

Hal itu disebabkan, masyarakat telah punya banyak transportasi alternatif yang bisa dimanfaatin untuk keperluan mudik maupun berwisata.

Menurutnya, kehadiran sejumlah ruas jalan tol yang telah diresmikan bisa menjadi pilihan wisatawan ataupun para pemudik untuk memanfaatkan jalur darat.

"Saya pikir tiap wisatawan dan pemudik sudah punya rencana masing-masing, jadi tiket mahal tidak begitu signifikan pengaruhnya bagi okupansi," imbuhnya.

Hotel dan Restoran di DIY Siapkan Strategi Hadapi Libur Lebaran

Pihaknya memperkirakan, puncak masyarakat melakukan aktivitas liburan akan jatuh pada tanggal 7,8 dan 9 Juni atau H+1 ke atas.

Diprediksi, tingkat hunian hotel pada periode tersebut akan mampu mencapai angka 80-100 persen.

"Tapi kalau dirata-rata pada kondisi tanggal 6-8 Juni okupansi sudah mencapai 89 persen," urainya.

Kondisi itu menurut Joko meningkat dibanding tahun lalu. Peningkatan terjadi sekitar 10-12 persen.

"Kebetulan libur Lebaran kan berbarengan dengan libur sekolahan, jadi kami rasa pemicunya itu. Jadi masyarakat ingin berwisata dengan memanfaatkan jalur darat sekalian," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved