Yogyakarta

Kenali Penyebab Penyakit Antraks

Antraks merupakan penyakit menular mematikan yang disebabkan oleh kuman Bacillus anthracis.

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Koordinator One Health Collaborating Center UGM Prof Dr drh Wayan T Artama 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Antraks merupakan penyakit menular mematikan yang disebabkan oleh kuman Bacillus anthracis.

Biasanya bakteri ini menjangkiti hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba.

Antraks dapat ditemukan secara alami di tanah pada daerah endemic yang dapat menginfeksi ternak dan juga satwa liar.

Pemda DIY Tindaklanjuti Kasus Kematian Sapi Diduga Akibat Antraks di Gunungkidul

Manusia dapat tertular Antraks apabila bersentuhan dengan ternak atau hewan yang menderita, mengkonsumsi daging dari hewan yang mati karena penyakit antrak atau makan dan minum air yang tercemar spora antraks. 

Koordinator One Health Collaborating Center UGM Prof Dr drh Wayan T Artama menjelaskan hewan ternak atau satwa dapat terinfeksi Antraks karena karena menelan spora dari bakteri yang berasal dari tanah, pakan tercemar, air yang tercemar juga bisa dari wilayah di mana pernah terpapar Antraks di masa lalu.

"Spora ini bisa bertahan lama sampai ratusan tahun. Ini bahaya itu kalau spora menjadi aktif tumbuh, misalkan tumbuh di rumput dan dimakan ternak, nah secaral alami ternak bisa tertular melalui makan atau minum yang tercemar antraks," ujarnya pada Jumat (24/5/2019).

Soal Dugaan Antraks, Dinas Pertanian Masih Tunggu Hasil Lab

Lanjutnya, manusia dapat terpapar Antraks apabila mengkonsumsi daging dari hewan atau satwa terkena antrak atau bagian tubuh bersentuhan dengan dengan lesi dari ternak yang terkena, sehingga spora dapat masuk tubuh.

Bila spora teraktivasi, maka bakteri dengan cepat akan multipilkasi dan menyebar ke seluruh tubuh,   membentuk toxin dan dapat menyebabkan berbagai dampak seperti antrak kulit, pencernaan atau pernapasan.

"Pada manusia tidak terjadi penularan dari manusia kepada manusia, karena penularan langsung dari hewan ke manusia," jelasnya.

Terkait Antraks, Dinkes DIY: Masyarakat Tak Perlu Panik, Kami sudah Bergerak

Wayan menjelaskan ada tiga tipe Antraks yakni Cutaneous Antraks, Gastrointestinal Antraks dan Inhalation Antraks.

Cutaneous Antraks ini apabila bersentuhan dengan spora antraks, terkena darah atau cairan tubuh dari ternak penderita.

Gastrointestinal Antraks yakni apabila mengkonsumsi daging dari ternak penderita antrak atau makan dan minum air yang tercemar spora antrak.

Inhalation Antraks atau antrak saluran pernapasan bilamana terpapar melalui inhalasi atau mengisap spora antraks.

Terkait Antraks, Dinkes DIY: Masyarakat Tak Perlu Panik, Kami sudah Bergerak

"Nah ini paling berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian pada orang,"  terangnya.

Penderita Antraks dapat diobati dengan antibiotic. Sedangkan pada ternak dapat divaksin untuk mencegah terjadinya wabah atau penyakit meluas ke wilayah lain.

Pencegahan Antraks dapat dilakukan dengan menerapkan hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun, menghindari kontak fisik langsung dengan darah dan ternak yang terinfeksi, menghidari kontak fisik langsung dengan penderita, atau material yang terkontaminasi seperti darah, cairan tubuh.

Selain itu menghindari konsumsi daging atau organ dari ternak yang didiagnosa positif antraks, menjaga lalu lintas ternak dari daerah yang tertular ke tempat lain.

"Tidak perlu panik tetapi perlu waspada dan ke hati-hatian," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved