Ramadan

Mengenal Pondok Pesantren An-Nur Sewon, Ponpes Tahfidz Alquran

Mengenal Pondok Pesantren An-Nur Dusun Ngrukem, Desa Pendowoharjo, Penghasil Hafiz Alquran

Mengenal Pondok Pesantren An-Nur Sewon, Ponpes Tahfidz Alquran
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Pondok Pesantren An-Nur di Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Didirikan oleh K.H Nawawi Abdul Aziz di tahun 1976, Pondok Pesantren An-Nur di Dusun Ngrukem, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon menjadi pondok pesantren yang subur dengan santri penghafal Alquran.

Pondok ini menampung lebih dari 2000 santri putra maupun putri dari dalam dan luar negeri yang hendak mengaji Alquran.

Alquran menjadi satu-satunya kitab yang dikaji di pondok pesantren ini. Ada alasan unik di baliknya, pengurus Pondok Pesantren An-Nur, Anis Sulkhan Fadlil membaginya pada Tribun Jogja.

"Senjatanya santri itu kan kitab. Nah, dulu, K.H Nawawi Abdul Aziz punya pengalaman sendiri sampai akhirnya fokus mengaji Alquran," katanya ditemui Tribun Jogja Kamis (23/5/2019).

Dikisahkan K.H Nawawi Abdul Aziz ini merupakan seorang santri yang gemar mengaji ke berbagai daerah.

Mandira Baruga Yogyakarta Berbagi Bersama Anak Yatim

Ia terkenal dengan kepandaiannya dalam berbagai ilmu mulai dari ilmu kitab, ilmu bahasa Arab, hingga ilmu Alquran.

Pada saat ia mengaji di Tulungagung, Jawa Timur, peristiwa Agresi Militer Belanda II yang pecah membuatnya harus kembali pulang ke daerah asalnya di Purworejo.

Tak satu pun kitab yang ia miliki sempat dibawa. Berkeras hati tetap ingin mengaji, ia pun ingin fokus mengaji satu kitab saja.

Alquran menjadi pilihannya. Ia pun mengaji Alquran di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak.

"Kurang dari dua tahun, selesai Alquran di situ. Karena beliau pintar dan cerdas diangkat menantu oleh kyai di sana. Dulu sempat mengabdi di sana, punya madrasah di sana," tutur Fadlil.

Kemudian pada 1976, K.H Nawawi Abdul Aziz mendirikan pondok pesantren di Ngrukem yang eksis hingga sekarang.

Toko Progo Salurkan Zakat Bagi Warga Sekitar

Kata Fadlil, Pondok Pesantren An-Nur juga memiliki lima cabang di Malaysia. "Ada lima cabang di Malaysia karena dulu punya santri asal Malaysia di sini. Kalau sekarang ada juga santri asal Thailand 10 orang," ujarnya.

Didirikan oleh tokoh yang tersohor dalam ilmu kitab dan ilmu Alquran, pondok pesantren An-Nur pun menawarkan bidang tahfidz atau hafalan untuk para santrinya. Metode hafalan yang dipakai juga cukup unik, yakni metode bimbingan.

Fadlil merasakan sendiri metode tersebut cukup efektif baginya untuk menghafal Alquran dengan cepat. "Hafalnya bisa rata, dengan jeda 30an menit, misal ada 30 orang, semuanya bisa langsung hafal," ungkapnya. (Tribunjogja I Amalia Nurul Fathonaty)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved