Kisah Anggota Brimob yang Tetap Berpuasa saat Menghadapi Demo 22 Mei
Menjaga Aksi 22 Mei di bulan Ramadan menjadi tantangan sendiri bagi anggota TNI-Polri. Mereka harus menahan haus dan lapar di bawah terik matahari
Menjaga Aksi 22 Mei di bulan suci Ramadan menjadi tantangan sendiri bagi anggota TNI-Polri. Mereka harus menahan haus dan lapar di bawah terik matahari demi pengamanan.
.
TRIBUNJOGJA.COM - Satuan Brimob Polri menjadi garda terdepan dalam memberikan pengamanan di depan gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).
Satuan Brimob yang mengenakan seragam hitam, lengkap mengenakan helm, tameng serta pentungan ini, berasal dari sejumlah wilayah Indonesia, misalnya Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, pulau Jawa, dan lainnya.
Mereka membentuk formasi di dua sisi Jalan MH Thamrin, yakni di sisi Sarinah dan sisi Bawaslu.
• Identitas Anggota Brimob yang Disebut Polisi Impor Terungkap, Bukan WNA Tapi Asli Tanah Manado
Dua hari sudah mereka bertahan di gedung Bawaslu dalam rangka pengamanan aksi 22 Mei 2019.
Meski tugas terbilang tidak ringan, beberapa di antara mereka tetap menjalankan ibadah puasa.
E Robby (42) satu di antaranya. Anggota Brimob asal Sumatera Utara ini terlihat tetap bersiaga meski harus menahan dahaga.
• MUI Desak Kepolisian Usut dan Tindak Tegas Dalang di Balik Kerusuhan Aksi 22 Mei
Memang sesekali Satuan Brimob berselonjor beberapa menit untuk beristirahat sambil menyeka keringat. Mereka duduk di atas aspal seraya berbincang dengan teman sebelahnya.
Setelah beristirahat sejenak mereka langsung berdiri tegap mengawal jalannya aksi.
"Alhamdulillah masih bisa berpuasa," kata Robby.

Robby mengaku bertugas sudah lama. Ia pun mengaku jarang pulang dan kerap dirindukan sang istri yang tinggal di Medan, Sumatera Utara.
Robby bercerita, istrinya tak kuasa menahan tangis merindukannya. Apalagi, adik istrinya akan menikah usai hari raya Idul Fitri.
"Adikku ini menikah seumur hidup sekali," ucap Robby meniru perbincangan dengan istrinya.
Robby mengatakan belum tahu kapan akan kembali ke rumah karena masih bertugas di Jakarta.
"Saya belum tahu kapan pulang. Tergantung selesai tugas," ucapnya.
Robby mengharapkan aksi 22 Mei yang dikawalnya berjalan lancar tanpa adanya benturan dengan masyarakat. "Aksi tidak apa-apa, asal berjalan tertib," ucapnya.
Ia pun mengatakan kerap melakukan pendekatan persuasif kepada massa.
Sempat seorang perempuan peserta aksi hendak memberikan bunga kepadanya, namun dia tolak.
"Saya sudah punya istri Bu," ucap Robby disambut tawa sang demonstran.
• MUI Desak Kepolisian Usut dan Tindak Tegas Dalang di Balik Kerusuhan Aksi 22 Mei
Tak selang beberapa lama, azan Maghrib berkumandang. Robby mengambil botol air mineral lalu minum. "Alhamdulillah, silakan Mas," seraya menawarkan botol air mineral.
Saat tengah berbincang, massa dan aparat kepolisian mulai menjalankan salat Maghrib.
Seusainya, ada seruan seorang orator dari atas mobil komando untuk membubarkan massa.
Robby dan Satuan Brimob lain sempat melambaikan tangan kepada para peserta aksi seraya bernyanyi, "Terima kasih, terima kasih salam dari kami, terima kasih."

Tidak berselang lama, petasan meluncur dari arah Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim arah Tanah Abang.
Petasan itu hendak mengarah ke gedung Bawaslu. Serentak Satuan Brimob Polri membentuk formasi bertahan menggunakan tameng ke arah depan dan di atas kepala.
Robby bergegas meninggalkan perbincangan untuk membentuk formasi bertahan. (Tribun Network/den)