Aktifitas Gunung Merapi

Gunung Merapi Kembali Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Gendol, Jarak Maksimal 1,5KM

Gunung Merapi Kembali Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Gendol, Jarak Maksimal 1,5KM

Gunung Merapi Kembali Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Gendol, Jarak Maksimal 1,5KM
twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang teramati via PGM Jrakah 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi terpantau kembali mengalami guguran lava sebanyak 11 kali selama periode Minggu (19/5/2019) mulai pukul 18.00 WIB hingga Senin (20/5/2019) pukul 06.00 WIB.

Hanik Humaida, Kepala BPPTKG dalam keterangan tertulisnya menerangkan guguran lava Gunung Merapi pada periode tersebut langsung mengarah ke hulu Kali Gendol.

"Secara visual gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 m di atas puncak kawah. Jarak luncur guguran lava 450-1500 meter," terangnya.

Sementara itu, pada periode yang sama, Gunung Merapi juga mengalami gempa guguran sebanyak 13 kali, amplitudo 3-25 mm dengan durasi 25-151 detik.

Sejak Kemarin Sore Gunung Merapi Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar

Untuk gempa hembusan terjadi sekali aplitudo 10 mm dengan durasi 44 detik. Sedangkan gempa low frekuensi terjadi sebanyak 2 kali aplitudo 2 mm dengan durasi 10-20 detik.

Sementara itu, pada periode 10-16 Mei 2019, Hanik mengungkapkan Gunung Merapi tercatat 1 kali mengalami 1 kali gempa Awanpanas, 6 kali gempa hembusan, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Fase Banyak, 152 gempa guguran, 9 kali gempa low frekuensi, serta 9 kali gempa tektonik.

"Kegempaan vulkanik dangkal dan Genoa fase banyak pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan dengan minggu lalu. Untuk volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 4 Mei 2019 sebesar 458.000 m2," katanya.

Kemenag Gunungkidul : Masyarakat Harus Berlapang Dada Atas Hasil Pilpres 2019

Sejak bulan Januari 2019, volume kubah lava terhitung relatif tetap yang disebabkan sebagian ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awanpanas.

Hanik mengatakan pada tanggal 10 Mei 2019 juga terjadi hujan dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 9 mm/jam selama 58 menit terukur di Pos Pengamatan Gunung Merapi.

"Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," jelasnya.

Sampai dengan saat ini status Merapi masih Waspada (level II). (Tribunjogja I Siti Umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved