Bantul

57 Pemohon Jalani Sidang Penetapan Akta Kematian yang Digelar Disdukcapil dan PN Bantul

57 Pemohon Jalani Sidang Penetapan Akta Kematian yang Digelar Disdukcapil dan PN Bantul

57 Pemohon Jalani Sidang Penetapan Akta Kematian yang Digelar Disdukcapil dan PN Bantul
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Sidang penetapan akta kematian di Balai Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (20/5/2019) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul bersama Pengadilan Negeri (PN) Bantul menggelar sidang penetapan akta kematian bagi 57  pemohon.

Sidang ini digelar di Balai Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (20/5/2019) pagi dipimpin oleh Ketua PN Bantul, Agung Sulistiyono.

Penetapan tersebut guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat terkait dokumen kependudukan.

Selain itu juga untuk mendukung program PTSL di Kabupaten Bantul.

"Ada program PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap) jadi lebih nyaman karena kepastiannya jelas, perlindungan hukumnya lebih kuat karena melalui persidangan," jelas Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi.

PPDB Sleman Kembali Gunakan Zonasi, Namun dengan Indikator Berbeda

Berdasar undang-undang nomor 23 tahun 2006 yang diperbarui di undang-undang nomor 24 tahun 2013 pasal 44 ayat 4, jika data kematian tidak ada di database, dokumen-dokumen yang diterbitkan Dukcapil baru bisa diproses jika sudah ada penetapan sidang pengadilan termasuk akta kematian.

"Jadi itu menjadi dasar kami untuk proses," terang Bambang.

Di Bantul, kata Bambang, warga yang belum memiliki akta kematian diprediksi jumlahnya hingga ratusan. "Mereka sudah meninggal lama, tapi dia tidak tercantum di KK, KTP tidak punya, di database Dukcapil di desa tidak ada. Yang seperti itu kita bantu prosesnya," jelasnya.

Terkait Penolakan Dukuh, Sekda Bantul: Pahamilah, Negara Kita Tidak Diskriminatif

Dalam sidang ini, hakim memeriksa satu per satu berkas yang dijadikan persyaratan penetapan akta kematian.

Verifikasi ulang data seperti jenis kelamin hingga status hubungan ahli waris yang dimintakan akta kematian. Data ahli waris ini juga telah dikawal oleh Disdukcapil sejak awal agar kepastiannya terjamin.

Kata Bambang, akta kematian ini dapat langsung diterbitkan usai sidang selesai. "Setelah selesai langsung diterbitkan, cepat prosesnya. Nanti langsung dapat akta," ujarnya. (Tribunjogja I Amalia Nurul Fathonaty)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved