Kulon Progo

Jaga Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu, Pemkab Kulon Progo Terjunkan Satlinmas

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 6 Yogyakarta mencatat di wilayah Kulon Progo sedikitnya ada 61 perlintasan tidak resmi.

Jaga Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu, Pemkab Kulon Progo Terjunkan Satlinmas
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyaknya perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kulon Progo membutuhkan perhatian ekstra saat musim mudik Lebaran nanti.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berniat untuk menerjunkan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) desa untuk menjaga tiap titiknya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, Lucius Bowo Pristiyanto mengatakan pihaknya telah mengoordinasikan hal itu dengan pemerintah kecamatan dan desa terkait hal tersebut.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Nantinya, tiap perlintasan tanpa palng pintu akan dijaga oleh personil Satlinmas desa setempat. Antara lain di wilayah Kecamatan Sentolo, Pengasih, Wates, dan Temon.

"Jumlah perlintasan tanpa palang pintu masih cukup banyak dan Satlinmas akan diterjunkan untuk menjaganya," kata Bowo pada Tribunjogja.com, Minggu (19/5/2019).

Hal ini menurutnya sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Pasalnya, saat musim Lebaran, lalu lintas kendaraan maupun orang yang melintasi titik perlintasan itu cenderung meningkat. Pengetatan pengawasan perlintasan menurutnya sudah rutin dilakukan setiap tahun hanya saja kali ini pihaknya ingin lebih memastikan keamanannya dengan melibatkan personil Satlinmas.

"Kami juga akan memasang rambu peringatan supaya masyarakat lebih berhati-hati saat melintas rel tanpa palang pintu," kata Bowo.

MUI Kulon Progo: Sikapi Hasil Pemilu, Tidak Perlu Pengerahan Massa

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 6 Yogyakarta mencatat di wilayah Kulon Progo sedikitnya ada 61 perlintasan tidak resmi.

Beberapa di antaranya terbilang cukup sering terjadi kecelakaan di mana masyarakat yang melintas kurang hati-hati akhirnya tersamber kereta api yang lewat.

Tak jarang muncul korban jiwa akibat kejadian itu.

Maka itu, langkah penutupan perlintasan kerap dilakukan.

Belum lama ini, Daops 6 menutup perlintasan di selatan RSUD Wates.

Manajer Humas PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Eko Budianto mengatakan penutupan menjadi jalan utama karena tidak dimungkinkan pembuatan jembatan layang ataupun pemasangan palang pintu.

Secara bertahap pihaknya akan berupaya menutup semua perlintasan yang tidak resmi untuk menciptakan keselamatan masyarakat dan keamanan perjalanan kereta.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved