Yogyakarta

BPOM DIY Temukan Bahan Berbahaya pada Makanan di Beberapa Pasar di Yogyakarta

Bahan berbahaya Rhodamin B, Formalin dan Borak yang ditemukan pada bahan makanan kerupuk singkong, legender, rengginang, cumi dan mie.

BPOM DIY Temukan Bahan Berbahaya pada Makanan di Beberapa Pasar di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Kepala BPOM saat memberikan penjelasan mengenai bahan berbahaya yang ditemukan dalam makanan yang dijual di beberapa pasar yang ada di DIY, Jumat (17/5/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY, menemukan adanya bahan berbahaya pada makanan di beberapa pasar yang ada di wilayah Yogyakarta selama pantauan sebelum Ramadan hingga pertengahan Ramadan.

Rustyawati, Kepala BPOM DIY menjelaskan, bahan-bahan berbahaya tersebut di antaranya Rhodamin B, Formalin dan Borak yang ditemukan pada bahan makanan kerupuk singkong, legender, rengginang, cumi dan mie.

Dari total 205 sampel yang diuji sebelum Ramadan, telah ditemukan sekitar 17% makanan tersebut yang mengandung bahan berbahaya.

Dua Rekomendasi Brand Fashion Lokal Kekinian

Namun, setelah dilakukan pengawasan secara intensif, menurut pantauan di pertengahan Ramadan, dari total 205 sampel tersebut, jumlahnya turun menjadi 13,9%.

"Pada awal pemeriksaan dari 205 yang sudah diperiksa, ada 17% yang tidak sesuai ketentuan. Namun setelah kita lakukan pengawasan untuk di pasar Beringharjo sudah mengalami penurunan," ungkapnya saat jumpa pers mengenai hasil pantauan bahan pokok, di Pasar Beringharjo, Jumat (17/5/2019).

Dia menjelaskan jika dari 205 sampel tersebut diantaranya meliputi sampel dari Pasar Bantul, Bandungan Wates, Beringharjo Yogyakarta, Argosari Gunungkidul dan beberapa pasar lain.

Selain di pasar, BPOM juga melakukan pengawasan terhadap makanan takjil yang dijajakan menjelang berbuka puasa.

"Hasilnya sejauh inikan masih berproses, setiap hari turun ke lapangan. Dari 79 sampel yang kita uji pada makanan takjil, hanya 1% yang mengandung bahan berbahaya," katanya.

Lebih lanjut, Rustyawati menyebutkan untuk produsen bahan-bahan berbahaya tersebut bukan berasal dari Yogyakarta, kebanyakan berasal dari Pekalongan dan Solo.

Yang berbeda dari pengawasan sebelumnya, pihaknya menemukan bahan Rhodamin B pada kerupuk yang berwarna oranye kecokelatan, ada pula yang berwarna ungu seperti buah naga.

"Selama ini kita ketemu kalau ada yang warna pink kita periksa, namun kemarin kita menemukan di pasar Argosari Gunungkidul ada kerupuk yang kita tidak menduga itu ada Rhodamin B nya karena warna bukan pink, warnanya seperti orange kecokelatan gitu. Ada juga ungu seperti buah naga. Jadi ini sebenarnya hal-hal yang kita tidak duga. Kemungkinan besar, pelaku usaha mengkamuflase Rhodamin B biar tidak diketahui kalau itu Rhodamin B yang dicampur," terangnya.

Untuk bahan campurannya sendiri pihaknya masih belum bisa memastikan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

"Secara fisik (bahan campuran) agak susah dikenali, mungkin petugas bisa tapi kalau masyarakat agak susah. Teori paling gampang adalah dibiarkan di suhu ruang kalau tahan lebih dari sehari tiga hari masih bagus belum basi," jelasnya.

Selain menemukan bahan makanan berbahaya, dalam pantauan tersebut BPOM juga cukup banyak menemukan kemasan makanan yang sudah rusak, diantaranya susu, buah dalam kaleng, sayur dalam kaleng. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved