Dua Pulau Akhirnya Bersatu Akibat Letusan Gunung Api

Ini merupakan hasil erupsi dari gunung berapi di Samudera Pasifik yang terjadi sejak 20 November 2013 lalu.

Dua Pulau Akhirnya Bersatu Akibat Letusan Gunung Api
The Asahi Shimbun
Dua pulau menyatu setelah timbunan material menghubungkannya. Ini merupakan hasil erupsi dari gunung berapi di Samudera Pasifik yang terjadi sejak 20 November 2013 lalu 

TRIBUNJOGJA.COM - Dua pulau menyatu setelah timbunan material menghubungkannya. Ini merupakan hasil erupsi dari gunung berapi di Samudera Pasifik yang terjadi sejak 20 November 2013 lalu.

Tepatnya berada di garis Ring of Fire di lepas pantai Pulau Nishinoshima yang berjarak sekitar 620 mil atau 1000 kilometer sebelah selatan Tokyo.

Lelehan lava itu membentuk satu pulau baru yang memiliki luas sekitar 2,46 kilometer persegi.

Perkembangan terbaru, sebuah foto yang diambil penjaga pantai Jepang 2015 lalu, memperlihatkan bahwa erupsi gunung api tersebut belum menunjukan tanda-tanda berhenti.

Setelah 35 Tahun, Kini 23 Desa di Raja Ampat Akhirnya Teraliri Listrik

Bahkan, terus membentuk pulau yang ukurannya semakin bertambah.

Disebutkan bahwa ini merupakan fenomena vulkanis yang sangat langka dan aneh.

Berdasarkan laporan CNN, para ilmuwan berpendapat bahwa mereka tidak bisa memastikan kapan fenomena ini akan berakhir.

Terutama jika dihubungkan dengan begitu singkatnya proses pembentukan lava yang berlangsung selama 15 bulan terakhir.

KIni, gunung api ini setidaknya erupsi lima hingga enam kali per menitnya, dengan melontarkan material keras.

Fenomena langka ini juga sempat diabadikan lewat pencitraan satelit NASA. Bagaimana gambar sebenarnya? Simak melalui gambar-gambar berikut ini ;

http://earthobservatory.nasa.gov/NaturalHazards/view.php?id=84823

http://earthobservatory.nasa.gov/NaturalHazards/view.php?id=84024

http://earthobservatory.nasa.gov/NaturalHazards/view.php?id=83447

http://earthobservatory.nasa.gov/NaturalHazards/view.php?id=82607

Sumber : Earth Observatory NASA, Dailymail, CNN

Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved