Pendidikan

Kreatif, Lima Mahasiswa UNY Sulap Bonggol Pisang jadi Hair Tonic

Di tangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), boggol pisang sukses disulap jadi hair tonik.

Kreatif, Lima Mahasiswa UNY Sulap Bonggol Pisang jadi Hair Tonic
Humas UNY
Para mahasiswa kreatif UNY yang berhasil menyulap bonggol pisang menjadi hair tonik. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Bonggol pisang yang biasanya hanya dibiarkan dan dibuang begitu saja sehabis berbuah ternyata memiliki banyak manfaat.

Di tangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), boggol pisang sukses disulap jadi hair tonik.

Mahasiswa yang sukses mengubah bonggol pisang jadi hair tonic tersebut yakni Fahayu Priristia prodi pendidikan akuntansi, An Nisa Nur Halimah prodi Manajemen Pemasaran, Shilvi Woro Satiti dan Annisa Fitria prodi Kimia serta Larasati Nindya Ismana prodi Pendidikan Biologi.

Kelima mahasiswa tersebut berhasil menciptakan hair tonic dari bahan baku bonggol pisang yang diberi nama Nevair Tonic (Banana Weevil Hair Tonic).

Rumah Zakat Salurkan 2051 Paket Buka Puasa dan 200 Kado Lebaran Yatim

Fahayu Priristia menerangkan ide pembuatan hair tonik tersebut berawal dari banyaknya potensi pohon pisang di Indonesia, dimana sebenarnya semua bagian pohon pisang dapat digunakan namun tidak termanfaatkan dengan baik.

"Pohon pisang sangat familier dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Hampir semua bagian dari pohon ini dapat digunakan, mulai dari buah, daun hingga batang. Di sisi lain, pohon pisang hanya dapat berbuah sekali sehingga pohon pisang yang telah berbuah kemudian ditebang atau dibiarkan mati dengan sendirinya," terangnya.

Menurutnya, untuk bonggol pisang sendiri memiliki kandungan antrakuinon yang dapat digunakan sebagai pengganti zat minoksidil pada hair tonic sintetik, dimana kalau sudah diolah bisa digunakan sebagai solusi ampuh perawatan rambut alami.

Mahasiswa UGM Raih Prestasi di Kompetisi Nasional Bidang Kedokteran

Fahayu menjelaskan hair tonik dari bonggol pisang ini alami, sehingga ketika sudah diolah akan aman bagi kesehatan

"Saat ini masyarakat sangat mengutamakan penampilan, khususnya pada kesehatan dan keindahan rambut. Ketombe dan rambut rontok menjadi masalah besar bagi setiap orang, di sisi lain, hair tonic yang ada di pasaran mengandung minoksidil dan finasterid yang memungkinkan terjadinya penyakit nyeri, miopati dan ejakulasi dini apabila digunakan dalam jangka panjang," ungkapnya.

Shilvi Woro Satiti menerangkan untuk bahan pembuatan hair tonik tersebut antara lain botol, bonggol pisang, alkohol, natrium metabisulfit, propilen glikon, propil paraben, akuades, label, pewangi, menthol dan kardus kemasan.

Mahasiswa UAD Gandeng Kepolisian Kampanyekan Budayakan Tertib Berlalu Lintas di Titik Nol

Untuk pembuatannya sendiri terdiri dari dua tahap, yakni pembuatan ekstrak air bonggol pisang dan pembuatan hair tonik.

Sedangkan cara pembuatan, pertama kali bonggol pisang dibersihkan, dipotong dan dihancurkan kemudian disaring dengan kertas saring. Lalu dipanaskan pada suhu 900 derajat selama 10 menit lalu difiltrasi dan diperoleh ekstrak air bonggol pisang.

"Sedangkan untuk pembuatan hair toniknya sendiri yakni dilakukan dengan cara melarutkan natrium metabisulfit dan bonggol pisang dalam akuades. Ini disebut larutan A. Sementara itu larutkan propil paraben dan mentol dalam etanol. Ini disebut larutan B. Campurkan larutan A dan B, tambahkan propilen glikol sedikit demi sedikit lalu dihomogenkan dan dikemas dalam botol. Hair tonik siap dipasarkan," terangnya. (Tribunjogja I Siti Umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved