Lima Abad Runtuhnya Majapahit

Gempuran Pati Unus dari Demak Memukul Habis Kekuatan Majapahit

Hari-hari ini, 500 tahun lalu, imperium agung Majapahit runtuh dan tak bisa bangkit lagi setelah berkuasa selama 300 tahun lamanya.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Kompas.com/NGI
Suasana kanal di Ibu Kota Majapahit Trowulan dalam poster National Geographic Indonesia, September 2102. Jaringan kanal kuno ini mulai diketahui setelah adanya kajian foto udara dan endapan pada 1983. Kanal dibangun sebagai adaptasi musim warga Majapahit.(Sandy Solihin/NGI) 

Gempuran Pati Unus dari Demak Memukul Habis Kekuatan Majapahit

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Hari-hari ini, 500 tahun lalu, imperium agung Majapahit runtuh dan tak bisa bangkit lagi setelah berkuasa selama 300 tahun lamanya.

Berakhirnya kerajaan terbesar sepanjang sejarah kuna Nusantara itu ditandai gempuran pasukan Pati Unus dari Demak ke kedaton Majapahit. Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya saat itu berkuasa.

Peristiwa itu terjadi di Daha pada 1441 Saka atau 1519 Masehi. Ini kesimpulan dari penelitian panjang ahli sejarah Dr Hasan Djafar yang dibukukan dalam karya “Masa Akhir Majapahit (Komunitas Bambu, 2012)”.

Ketika Bujangga Manik Melintasi Lapangan Bubat di Ibukota Majapahit

Terbuat dari Emas, Inilah Wujud Topeng Kematian Era Majapahit yang Pernah Ditemukan di Maguwoharjo

Ditemukan Reruntuhan Diduga Bekas Rumah Era Kerajaan Majapahit

Pendapat Hasan Djafar ini membalikkan teori tradisional yang didasarkan cerita babad dan serat Jawa Kuna, yang menyebut Majapahit runtuh pada tahun 1400 Saka atau 1478 Masehi.

Sengkalan “sirna ilang krtaning bhumi” di dalam sumber tradisi popular dirujuk sebagai dasar penentuan ambruknya kerajaan yang berpusat di Trowulan (Mojokerto) itu.

Menurut Hasan Djafar, sengkalan itu sesungguhnya menunjuk peristiwa berdarah perebutan kekuasaan di antara anggota dinasti Majapahit.  

Suasana kanal di Ibu Kota Majapahit Trowulan dalam poster National Geographic Indonesia, September 2102. Jaringan kanal kuno ini mulai diketahui setelah adanya kajian foto udara dan endapan pada 1983. Kanal dibangun sebagai adaptasi musim warga Majapahit.(Sandy Solihin/NGI)
Suasana kanal di Ibu Kota Majapahit Trowulan dalam poster National Geographic Indonesia, September 2102. Jaringan kanal kuno ini mulai diketahui setelah adanya kajian foto udara dan endapan pada 1983. Kanal dibangun sebagai adaptasi musim warga Majapahit.(Sandy Solihin/NGI) (Kompas.com/NGI)

Yaitu ketika Bhre Krtabhumi yang tengah berkuasa di Tumapel, direbut kekuasaannya oleh Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya.

Demak sudah mengancam, namun bukan itu yang membuat Majapahit bongkar-bangkir. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Hasan Djafar menjelaskan, kehancuran Majapahit tidak bersebab tunggal.

Kerajaan yang didirikan Raden Wijaya atau Bhre Wijaya di hutan Trik itu melesat menjulang dalam kemegahannya sesudah invasi gagal Mongol ke Jawa, dan Jayakatwang yang memimpin Daha dihancurleburkan.

Ternyata! Tradisi Mudik Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit

Mencapai puncak keemasannya di masa Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit berangsur menuai konflik internal di antara anggota wangsa Rajasa (Ken Arok).

“Keadaan intern yang sudah sangat lemah akibat pertentangan dan perpecahan keluarga raja,” tulis Hasan Djafar dalam bukunya.

Pemandangan tata kota Majapahit dengan jaringan kanalnya. Jika ruas-ruas jalur kanal itu dirangkaikan, panjangnya bisa mencapai 26 kilometer. Sementara, luas inti kota kuno ini mencapai 4km x 5 km
Pemandangan tata kota Majapahit dengan jaringan kanalnya. Jika ruas-ruas jalur kanal itu dirangkaikan, panjangnya bisa mencapai 26 kilometer. Sementara, luas inti kota kuno ini mencapai 4km x 5 km (Sandy Solihin/NGI)

Perang Paregreg dianggap puncak dari rangkaian pertikaian internal yang menyedot habis kekuatan Majapahit.

Di saat bersamaan, terjadi perubahan politik kawasan di Asia Tenggara. Kawasan pesisir mulai dikuasai kaum pendatang, sekaligus menguatnya kehadiran Islam di akhir abad XV atau awal abad XVI.

Kekuatan baru lahir di pesisir utara Jawa, yaitu Kerajaan Islam Demak. Sebab lain, seperti bencana alam banjir, gunung meletus, gempa, dan kelaparan, juga ikut andil memperlemah Majapahit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved