BBLM Yogyakarta Pastikan Produk Hasil Karya Warga Desa Binaan Diserap Seluruhnya
Pembinaan warga desa binaan ini tidak hanya selesai pada pelatihan pembuatan produk.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta resmi mengakhiri Pelatihan Handicraft Rajut bagi 90 warga desa se-DIY.
Penutupan tersebut berlangsung pada Selasa (30/04/2019).
Kepala BBLM Yogyakarta, Erlin Chaerlinatun, mengatakan pembinaan warga desa tidak hanya selesai pada pelatihan pembuatan produk.
"Nanti seluruh produk mereka kami serap dengan menjalin kerjasama ke berbagai pihak. Jadi hasil karya mereka tetap berguna," kata Erlin di Kantor BBLM Yogyakarta, Tridadi, Sleman.
Menurut Erlin, lewat kerjasama tersebut produk karya warga otomatis langsung dipesan oleh pihak pembeli.
Warga pun tidak perlu lagi mencari pasarnya. Keuntungannya pun langsung mereka terima.
Selain itu, Erlin mengupayakan agar produk buatan warga desa tersebut mengandung unsur kearifan lokal, sehingga bisa masuk ke sektor lain seperti pariwisata.
"Ini terobosan yang sangat efektif, apalagi produk yang mereka buat sudah terjamin akan mendapatkan pembeli," papar Erlin.
Sementara itu, Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes PDTT RI Harlina Sulistyorini mengagumi hasil karya warga peserta pelatihan.
Ia sendiri juga sempat memantau proses pelatihan yang berjalan selama 4 hari tersebut.
Harlina menyatakan pihaknya menargetkan agar penduduk desa bisa berkembang secara mandiri.
Tidak hanya membuat produk, tetap juga mengembangkan kemampuan mereka di bidang lain.
"Penting untuk memberdayakan masyarakat desa, terutama dari kaum perempuannya. Mereka juga bisa mendorong warga sekitar untuk melakukan hal yang sama," papar Harlina. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sejumlah-produk-kerajinan-rajut-berbahan-tali-rafia.jpg)