Indocement Kenalkan Slag Cement di Kampus Atma Jaya Yogyakarta

Dalam seminar tersebut beberapa sosok turut hadir memberikan pengetahuan mengenai dunia persemenan di Indonesia.

Indocement Kenalkan Slag Cement di Kampus Atma Jaya Yogyakarta
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan
Troy D Soputro (berdiri), Direktur Indocement saat memberikan seminar dalam program Indocement Goes To Campus di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Indocement sebagai produsen Semen Tiga Roda dan Semen Rajawali menggelar program Indocement Goes To Campus di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (29/4/2019).

Berlokasi di Auditorium Kampus 2 Gedung Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dalam kegiatan ini Indocement memberikan seminar yang mengusung tema 'Perkembangan Teknologi dan Material Konstruksi di Indonesia'.

Dalam seminar tersebut beberapa sosok turut hadir memberikan pengetahuan mengenai dunia persemenan di Indonesia.

Diantaranya Direktur Indocement, Troy D Soputro, Direktur PT Adhimix PCI Indonesia, Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Ir AY Harijanto Setiawan, serta Sekretaris Program Studi Teknik Sipil UAJY Ferianto Raharjo.

Dalam seminar, Troy menyampaikan materi mengenai keunggulan slag semen. Lebih lanjut Troy mengatakan Slag semen merupakan jenis semen portland yang dicampur dengan granulated blast furnace slag yang merupakan limbah hasil produksi industri baja.

"Slag semen memiliki panas hidrasi yang rendah sehingga sangat cocok untuk mass concrete. Memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap sulfat dan strength yang sangat tinggi setelah 28 hari," kata Troy dihadapan mahasiswa teknik sipil yang mencapai 200 orang ini.

Lebih lanjut Troy mengatakan jenis Slag semen ini merupakan semen yang ramah lingkungan karena menekan produksi CO2 pada proses produksinya serta penggunaan limbah bekas industri baja sebagai bahan baku.

"Sehingga semen jenis ini layak disebut sebagai jawaban untuk konstruksi yang berkelanjutan (suistanable)," katanya.

Slag semen produksi Indocement yang bermerek TR-Super Slag Cement, kata Troy, telah digunakan untuk konstruksi tahap pertama proyek infrastruktur nasional yaitu pelabuhan Patimban di Karawang.

Tak hanya Slag Semen, dalam seminar ini mahasiswa teknik sipil ini juga mendapatkan materi tentang keunggulan penggunaan teknologi produk pre-cast pada bangunan gedung dan jembatan.

Seminar dalam Indocement Goes to Campus ini juga menjadi bagian dari Indocement merayakan Hari Bangunan Indonesia (HBI).

Selain itu, dalam kesempatan ini juga memberikan pengetahuan tentang Indocement yang kini memiliki 13 pabrik yang terletak di 3 kompleks pabrik yakni di Pabrik Citeureup Bogor, Pabrik Palimanan, Cirebon dan Pabrik Tarjun Kalimantan Selatan.

Dengan jumlah pabrik tersebut, Indocement hingga kini mampu mencapai produksi 24,9 juta ton semen per tahunnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved